WHO Perkirakan 81 Persen Kanker Akan Terjadi di Negara-Negara Miskin

TrubusLife
Thomas Aquinus
09 Feb 2020   23:00 WIB

Komentar
WHO Perkirakan 81 Persen Kanker Akan Terjadi di Negara-Negara Miskin

Ilutrasi sel kanker. (Onkologi Sverige)

Trubus.id -- Badan kesehatan PBB pada hari Selasa memperingatkan kasus-kasus kanker akan meningkat 81 persen di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada tahun 2040 karena kurangnya investasi dalam pencegahan dan perawatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berbasis di Jenewa mengatakan dalam sebuah laporan bahwa negara-negara ini telah memfokuskan sumber daya mereka yang terbatas untuk memerangi penyakit menular dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak daripada memerangi kanker.

Dikatakan mereka juga sering memiliki angka kematian kanker tertinggi. "Ini adalah seruan untuk kita semua untuk mengatasi ketidaksetaraan yang tidak dapat diterima antara layanan kanker di negara kaya dan miskin," Ren Minghui, Asisten Direktur Jenderal WHO, mengatakan dalam laporan itu, seperti dikutip The Jakarta Post.

Baca Lainnya : Konsumsi Terlalu Banyak Protein Tingkatkan Risiko Kanker?

"Jika orang memiliki akses ke perawatan primer dan sistem rujukan maka kanker dapat dideteksi lebih awal, diobati secara efektif dan disembuhkan. Kanker tidak boleh menjadi hukuman mati bagi siapa pun, di mana pun," katanya.

Laporan tersebut, yang bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia, mengatakan investasi sebesar US$25 miliar (23 miliar euro) selama dekade berikutnya dapat menyelamatkan tujuh juta jiwa dari kanker.

"Mengontrol kanker tidak harus mahal," kata Andre Ilbawi, dari departemen WHO untuk manajemen penyakit tidak menular, kepada wartawan.

Baca Lainnya : Studi: Tidak Ada Hubungan Antara Bedak Tabur dengan Kanker Ovarium

Laporan tahunan menemukan bahwa keseluruhan kasus kanker di dunia akan meningkat 60 persen pada tahun 2040 dan mengatakan penggunaan tembakau bertanggung jawab atas 25 persen kematian akibat kanker.

Elisabete Weiderpass, direktur Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, yang bekerja dengan WHO, mengatakan perawatan kanker yang lebih baik di negara-negara berpenghasilan tinggi telah mengakibatkan penurunan angka kematian 20 persen antara tahun 2000 dan 2015.

Tetapi di negara-negara miskin, pengurangannya hanya lima persen. "Kita perlu melihat semua orang mendapat manfaat yang sama," katanya.

Sementara kanker telah lama dianggap sebagai penyakit di negara-negara kaya, ini bukan lagi kasusnya, kata laporan itu. Itu menunjukkan bahwa satu dari lima orang di seluruh dunia akan menghadapi diagnosis kanker seumur hidup mereka. "Ini beban global," kata Ren. [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan: