Studi: Jenis Minyak Goreng Ini Dapat Sebabkan Perubahan Genetik di Otak

TrubusLife
Thomas Aquinus
23 Jan 2020   07:00 WIB

Komentar
Studi: Jenis Minyak Goreng Ini Dapat Sebabkan Perubahan Genetik di Otak

Minyak kedelai (The Tribune India)

Trubus.id -- Minyak kedelai yang dikonsumsi secara luas tidak hanya dapatmenyebabkan obesitas dan diabetes tetapi juga dapat memengaruhi kondisi neurologis seperti autisme, penyakit Alzheimer, kecemasan dan depresi, lapor peneliti dari University of California Riverside.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tikus, para ilmuwan menemukan efek nyata dari minyak kedelai pada hipotalamus di mana sejumlah proses penting terjadi.

Tim peneliti menemukan hampir 100 gen - termasuk oksitosin 'hormon cinta' yang diproduksi di hipotalamus - dipengaruhi oleh konsumsi minyak kedelai.

"Hipotalamus mengatur berat badan melalui metabolisme Anda, mempertahankan suhu tubuh, sangat penting untuk reproduksi dan pertumbuhan fisik serta respons Anda terhadap stres," kata Margarita Curras-Collazo, seorang profesor ilmu saraf dan penulis utama pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Endokrinologi. Tim peneliti belum mengisolasi bahan kimia mana dalam minyak yang bertanggung jawab atas perubahan yang mereka temukan di hipotalamus.

Baca Lainnya : Fakta di Balik Minyak Samin Untuk Penurunan Berat Badan

"Tetapi mereka telah mengesampingkan dua kandidat. Ini bukan asam linoleat, karena minyak yang dimodifikasi juga menghasilkan gangguan genetik; juga bukan stigmasterol, bahan kimia seperti kolesterol yang ditemukan secara alami dalam minyak kedelai," kata penelitian itu.

Mengidentifikasi senyawa yang bertanggung jawab atas efek negatif adalah bidang penting untuk penelitian masa depan tim. "Ini bisa membantu merancang minyak diet yang lebih sehat di masa depan," kata Poonamjot Deol, penulis pertama studi tersebut.

"Jika ada satu pesan yang saya ingin orang untuk mengambilnya, adalah: kurangi konsumsi minyak kedelai," tambah Deol. Tim membandingkan tikus yang diberi makan tiga diet tinggi lemak: minyak kedelai, minyak kedelai yang dimodifikasi menjadi asam linoleat rendah, dan minyak kelapa.

Baca Lainnya : Studi: Minyak Ikan Tidak Melindungi dari Diabetes

Mereka percaya penemuan ini dapat memiliki konsekuensi tidak hanya untuk metabolisme energi, tetapi juga untuk fungsi otak yang tepat dan penyakit seperti autisme atau penyakit Parkinson. "Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada bukti minyak yang menyebabkan penyakit ini," catat para penulis.

Tim peneliti yang sama menemukan pada tahun 2015 bahwa minyak kedelai menginduksi obesitas, diabetes, resistensi insulin, dan hati berlemak pada tikus. Kemudian dalam sebuah studi tahun 2017, kelompok yang sama mengetahui bahwa jika minyak kedelai direkayasa menjadi asam linoleat rendah, itu menginduksi lebih sedikit obesitas dan resistensi insulin. Tim mengatakan temuan itu hanya berlaku untuk minyak kedelai - tidak untuk produk kedelai lain atau minyak nabati lainnya.

Baca Lainnya : Amankah Menelan Minyak Esensial? Ini Panduannya

"Jangan membuang tahu, susu kedelai, edamame, atau kecap," kata Frances Sladek, ahli toksikologi dan profesor biologi sel UCR. "Banyak produk kedelai hanya mengandung sedikit minyak, dan sejumlah besar senyawa sehat seperti asam lemak esensial dan protein". Penelitian ini menggunakan tikus jantan. Karena oksitosin sangat penting untuk kesehatan ibu dan meningkatkan ikatan ibu-anak, penelitian serupa perlu dilakukan dengan menggunakan tikus betina.

Minyak kelapa, yang mengandung lemak jenuh, menghasilkan sangat sedikit perubahan pada gen hipotalamus, kata para peneliti. [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: