Studi Ungkap Aktivitas Fisik yang Dapat Kurangi Risiko Kanker

TrubusLife
Thomas Aquinus
13 Jan 2020   09:00 WIB

Komentar
Studi Ungkap Aktivitas Fisik yang Dapat Kurangi Risiko Kanker

Olahraga (The Well Project)

Trubus.id -- Ada banyak manfaat kesehatan dari berolahraga secara teratur. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa aktivitas fisik dan olahraga dapat mengurangi risiko terkena kanker.

Sebuah penelitian terhadap sembilan percobaan dari 7500 orang menunjukkan pengurangan risiko tujuh jenis kanker dengan jumlah aktivitas fisik yang tetap selama waktu senggang. Banyak jenis kanker memiliki hubungan 'dosis/ respons' dari tujuh kanker yang diidentifikasi dalam laporan.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan dan Institut Kanker Nasional dari American Cancer Society dan diterbitkan dalam Journal Clinical Oncology.

Baca Lainnya : Mengapa Kanker Bisa Muncul Kembali Setelah Sembuh?

"Pedoman aktivitas fisik sebagian besar didasarkan pada dampaknya terhadap penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes," kata Alpa Patel, direktur ilmiah senior penelitian epidemiologi dari American Cancer Society.

Pedoman kegiatan menyatakan bahwa 2,5 sampai 5 jam latihan intensitas sedang dalam seminggu atau 1,25 hingga 2,5 jam latihan berat adalah jumlah ideal aktivitas fisik untuk mempertahankan gaya hidup sehat.

Para peneliti setelah penelitian menemukan bahwa terlibat dalam jumlah aktivitas yang direkomendasikan (7,5 hingga 15 MET-jam/ minggu) dikaitkan dengan risiko lebih rendah yang secara statistik signifikan dari tujuh dari 15 jenis kanker yang diteliti, dengan pengurangan meningkat dengan lebih banyak MET-jam.

Baca Lainnya : 4 Herba yang Terbukti Mampu Menyembuhkan Kanker

Aktivitas fisik dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah pada pria (8 persen selama 7,5 MET-jam/ minggu; 14 persen selama 15 MET-jam / minggu), kanker payudara wanita (6-10 persen), kanker endometrium (10-18 persen), kanker ginjal (11-17 persen), mieloma (14-19 persen), kanker hati (18-27 persen), dan limfoma non-Hodgkin (11-18 persen pada wanita ).

"Data ini memberikan dukungan kuat bahwa level yang direkomendasikan ini juga penting untuk pencegahan kanker," kata Patel.

Hasil para peneliti telah secara langsung mendukung tingkat aktivitas yang disarankan untuk pencegahan kanker.

*MET = metabolic equivalent of task.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Manfaat Gula Aren, Apakah Semanis Rasanya?

Health & Beauty   22 Jan 2020 - 11:10 WIB
Bagikan:          

Kenali 5 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi

Health & Beauty   22 Jan 2020 - 07:55 WIB
Bagikan: