Dalam 3 Bulan, Kolera Membunuh Lebih dari 27.000 Babi di Sumatera Utara

TrubusLife
Syahroni
17 Des 2019   20:00 WIB

Komentar
Dalam 3 Bulan, Kolera Membunuh Lebih dari 27.000 Babi di Sumatera Utara

Ribuan babi telah mati di lebih dari selusin kabupaten di Sumatera Utara selama tiga bulan terakhir, dan laju kematian meningkat. (Doc/ AFP)

Trubus.id -- Lebih dari 27.000 babi telah mati dalam epidemi babi-kolera yang telah melanda Indonesia, dengan ribuan lainnya berisiko, kata seorang pejabat kesejahteraan hewan. Ribuan babi telah mati di lebih dari selusin kabupaten di seluruh Sumatera Utara selama tiga bulan terakhir, dan laju kematian meningkat, kata pihak berwenang.

"Setiap hari, antara 1.000 dan 2.000 babi mati. Angka ini cukup tinggi," kata Agustia, kepala kantor dokter hewan di Medan, Jumat (13/12) lalu seperti dilansir dari AFP.

Namun, ia menambahkan bahwa jumlah kematian saat ini adalah sebagian kecil dari 1,2 juta babi di Sumatera Utara, bagian dari Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Di Sumatera Utara, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, daging babi merupakan bagian penting dari tarif lokal.

Bulan lalu, lebih dari 1.000 babi yang dilanda kolera dimakamkan di provinsi itu setelah bangkainya yang busuk diambil dari saluran air setempat, ketika polisi mencari tersangka yang membuangnya.

Sebelumnya, tes laboratorium menemukan bahwa hewan-hewan itu mati karena babi, tetapi para pejabat mengatakan mereka juga sedang menguji untuk melihat apakah ada yang terinfeksi demam babi Afrika. Tidak ada yang diyakini berisiko bagi manusia.

Pada tahun 2017, wabah kolera babi di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia menewaskan lebih dari 10.000 babi, menyebabkan kerugian keuangan yang parah bagi petani lokal. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kucing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona Ditemukan di Belgia

Pet & Animal   28 Mar 2020 - 22:49 WIB
Bagikan:          
Bagikan: