4 Herba yang Terbukti Mampu Menyembuhkan Kanker

TrubusLife
Thomas Aquinus
12 Des 2019   12:00 WIB

Komentar
4 Herba yang Terbukti Mampu Menyembuhkan Kanker

Bubuk kunyit. (Medical News Today)

Trubus.id -- Rasa sakit yang datang bersama dengan pengobatan kanker adalah penyakit itu sendiri. Nyeri kanker dimulai bersamaan dengan penyakit dan dapat memengaruhi tulang, organ, dan juga saraf. Obat penghilang rasa sakit yang diturunkan secara opium yang direkomendasikan, seperti morfin dan kodein, hanya memberikan kelegaan sementara. Dan tak perlu dikatakan lagi - mereka memiliki efek samping juga, seperti sembelit dan sedasi. 

Bahkan, pasien juga dapat mengembangkan ketergantungan pada mereka dan terus membutuhkan dosis yang lebih besar untuk mencapai dampak yang sama karena mereka mengembangkan toleransi terhadapnya. Situasi seperti itu membutuhkan perlunya manajemen nyeri alternatif. Ada banyak cara pengobatan di rumah yang dapat membantu mencapai efek yang sama seperti obat-obatan berbasis opioid. Mereka umumnya aman untuk dicoba dan efektif dalam menekan rasa sakit tanpa menunjukkan efek samping. 

Berikut daftar empat cara yang berfungsi untuk memblokir enzim penyebab peradangan, sehingga mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada pasien kanker.

Kunyit

Bubuk kunyit (Foto: Medical News Today)

Curcumin adalah ekstrak kunyit yang dikenal karena sifat anti-kankernya, yang tidak hanya mencakup penghilang rasa sakit tetapi juga mencari radikal bebas yang menyebabkan rasa sakit dalam tubuh dan menghancurkannya. Baik kunyit dan kurkumin memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pusat penelitian kanker yang berbasis di New York menyimpulkan bahwa kunyit lebih tepat dibandingkan dengan aspirin dalam menghentikan peradangan. Orang dapat mengganti obat anti-inflamasi nonsteroid dengan suplemen curcumin atau memasukkannya ke dalam makanan mereka dengan memastikan bahwa mereka mengonsumsi jumlah ramuan yang cukup.

Penelitian juga menunjukkan bahwa curcumin memiliki kemampuan untuk memicu apoptosis (kematian sel terprogram) yang membunuh sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat tubuh. Ini juga dapat menghentikan pembelahan sel kanker. Sebuah studi sebenarnya menunjukkan bahwa curcumin membunuh lebih banyak sel kanker daripada kemoterapi saja.

Jahe

Ekstrak jahe sangat membantu dalam mengurangi rasa sakit dan peradangan. Ia bekerja dengan menurunkan jumlah prostaglandin, molekul yang mengindikasikan rasa sakit. Selain mengurangi rasa sakit, jahe juga efektif mengurangi rasa mual dan tidak nyaman.

Kamu bisa mengonsumsi jahe segar atau sebagai akar kering. Ini tersedia dalam bentuk kapsul, minyak atau ekstrak.

Papain

Pepaya (Foto: Serious Fact)  
Ini adalah ekstrak buah pepaya yang berasal dari kulit pepaya mentah. Penelitian telah menunjukkan bahwa Papain menyerang sel-sel tumor dan merusak kekebalan tubuh. Herba ini juga telah terbukti mengurangi efek radiasi.

Papain dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen, atau memberikannya secara topikal.

Air

Memang bukan herba, tetapi sama pentingnya. Air sangat penting ketika seseorang menjalani kemoterapi. Proses kemoterapi menyebabkan tubuh kehilangan air, meningkatkan kebutuhan untuk minum air secara teratur. Ini membantu untuk membuang racun dari aliran darah dan mencegah penumpukan limbah beracun di ginjal. Ini membantu meminimalkan kelelahan.

Biasanya, buang air besar dipengaruhi oleh kemoterapi, yang mengarah ke sembelit. Tetap terhidrasi juga membantu mengatasi masalah pencernaan seperti itu. [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: