Jepang Mulai Uji Cobakan Vaksin Ebola Baru pada Manusia

TrubusLife
Syahroni
07 Des 2019   11:30 WIB

Komentar
Jepang Mulai Uji Cobakan Vaksin Ebola Baru pada Manusia

Vaksin ebola baru oleh anak perusahaan Belgia Johnson & Johnson mulai digunakan bulan lalu di Republik Demokratik Kongo (Doc/ AFP)

Trubus.id -- Ilmuwan Jepang akan memulai uji coba manusia pertama di negara itu untuk vaksin baru melawan virus Ebola yang mematikan bulan ini, kata pemerintah dalam keterang resminya dilansir dari AFP, Jumat (6/12). Vaksin, yang sebelumnya telah diuji pada monyet, menggunakan bentuk virus yang tidak aktif yang hanya dapat bereplikasi secara efektif dalam sel buatan.

Para ilmuwan berharap itu akan membuatnya lebih aman daripada perawatan lain, Institut Ilmu Kedokteran di Universitas Tokyo mengatakan dalam siaran pers.

Baca Lainnya : Ilmuwan Selangkah Lebih Dekat Menuju Penyembuhan Ebola di Kongo

"Kami pikir ada harapan besar untuk vaksin baru yang aman yang dapat diproduksi secara efektif," Yoshihiro Kawaoka, seorang profesor penyakit menular di universitas yang membantu mengembangkan vaksin, mengatakan dalam rilisnya.

Universitas akan memulai studi klinis nanti pada bulan Desember, menyuntikkan 30 pria dewasa yang sehat dengan dua dosis vaksin, terpisah empat minggu. Mereka akan dimonitor untuk efek samping dan apakah mereka telah mengembangkan kekebalan terhadap Ebola.

Virus Ebola ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, sekresi atau organ dari orang yang terinfeksi atau yang baru meninggal. Angka kematian biasanya tinggi, berkisar hingga 90 persen dalam beberapa wabah, menurut WHO.

Baca Lainnya : Wabah Baru Ebola Menulari Perawat Rumah Sakit

Beberapa vaksin Ebola ada, termasuk rVSV-ZEBOV dan formula baru yang diproduksi oleh anak perusahaan Belgia Johnson & Johnson yang mulai digunakan bulan lalu di Republik Demokratik Kongo. Negara ini dalam cengkeraman epidemi Ebola yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dalam 15 bulan.

Ini adalah yang paling mematikan kedua setelah wabah 2014-2016 yang menewaskan sekitar 11.000 orang dan menggarisbawahi urgensi untuk membawa vaksin ke pasar. Wabah saat ini adalah yang kesepuluh di negara itu sejak yang pertama pada tahun 1976. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Manfaat Gula Aren, Apakah Semanis Rasanya?

Health & Beauty   22 Jan 2020 - 11:10 WIB
Bagikan:          

Kenali 5 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi

Health & Beauty   22 Jan 2020 - 07:55 WIB
Bagikan: