Cegah Polusi di Dalam Ruangan Dengan Cara Ini

TrubusLife
Hernawan Nugroho
05 Des 2019   12:00 WIB

Komentar
Cegah Polusi di Dalam Ruangan Dengan Cara Ini

Polutan udara menempel di tubuh kita dan mengurangi kualitas udara di dalam rumah (shutterstock)

Trubus.id -- Mungkin Trubus Mania dan anggota keluarga lainnya merasa aman di dalam rumah, terlindungi oleh tembok dan penghalang lainnya dari ancaman polusi udara. Padahal faktanya, setelah berada dari luar terutama daerah yang udaranya tercemar, polutan udara menempel di tubuh Anda dan mengurangi kualitas udara di dalam rumah. 

Mulai dari asap rokok, zat pembersih rumah yang bisa memicu reaksi alergi, hingga penyaring udara di rumah yang tidak kunjung dibersihkan. Oleh karena itu, mempertahankan kualitas udara di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Setidaknya hal ini dapat mencegah tingkat polusi di dalam ruangan semakin tinggi. 

Ini dia beberapa cara agar polusi udara di dalam ruangan tidak semakin parah. 

1. Tidak merokok di dalam ruangan

Merokok di dalam ruangan tidak hanya membahayakan perokok aktif, melainkan juga para perokok pasif.  Bahkan, senyawa berbahaya yang ada di asap rokok juga bisa menempel pada perabotan rumah. Akibatnya, kemungkinan senyawa ini terhirup oleh semua anggota keluarga di rumah cukup besar.

Kondisi ini sangat sering ditemukan pada perokok yang merokok di dalam rumahnya sendiri. Hal ini membuat anggota keluarga lainnya yang tidak berada di dekat perokok saat itu, terkena polutan asap rokok.  Menurut sebuah penelitian dari Maternal and Child Health Journal, anak-anak yang menderita asma dan tinggal bersama perokok cenderung masuk kategori perokok pasif. 

Akibatnya, kebanyakan anak tersebut melaporkan bahwa mereka mengalami gejala asma selama 2 minggu terakhir.  Maka itu, merokok di dalam ruangan sangat tidak dianjurkan karena hanya akan memperburuk kualitas udara di rumah.

Salah satu cara untuk mencegah polusi di dalam ruangan adalah dengan berhenti merokok di dalam ruangan.  Dengan begitu, risiko Anda dan anggota keluarga lainnya menjadi perokok pasif pun menurun dan membuat kualitas udara di rumah menjadi lebih baik. 

Baca Lainnya : Waspada, Polusi Udara Bisa Berdampak pada Menurunnya Ingatan Manusia

2. Menggunakan pendingin ruangan 

Penggunaan AC di dalam ruangan ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah naiknya kadar polusi udara di rumah Anda.  Dengan menggunakan pendingin ruangan, Anda bisa sesekali menutup ventilasi ruangan dengan tujuan mengurangi tingkat kontaminasi dari udara luar. 

Selain itu, ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari penggunaan AC untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.  Menjaga tingkat kelembapan dalam ruangan. Membersihkan udara dengan mengurangi polutan dan alergen. Mempertahankan suhu di dalam ruangan, baik ketika Anda ingin merasa hangat atau dingin.

Namun, perlu diingat bahwa rutin membersihkan pendingin ruangan minimal 3-6 bulan sekali adalah hal yang patut diperhatikan.  Jika AC Anda jarang dibersihkan dan dirawat, tentu akan menimbulkan masalah kesehatan bagi orang yang berada di ruangan tersebut, seperti asma dan alergi. 

Alih-alih memperbaiki kualitas udara, pendingin ruangan yang tidak terawat hanya akan menyebarkan debu dan serbuk sari. Bahkan, penyaring udara pada AC juga mengandung uap air, sehingga potensi tumbuhnya jamur dapat terjadi dan menyebarkannya di ruangan Anda.  Supaya Anda dapat mengurangi tingkat polusi di dalam ruangan, jangan lupa untuk rutin membersihkan AC Anda, ya. 

Bersihkan AC secara berkala supaya udara tetap bersih (foto gettyimages)

3. Mengurangi penggunaan pewangi ruangan

Bagi sebagian orang, penggunaan pewangi ruangan kerap jadi hal wajib karena khawatir bau yang dibawa dari udara luar dapat mengganggu penciuman mereka.  Pewangi ruangan memang bisa membuat rumah Anda menjadi lebih harum, tetapi sebenarnya semprotan wewangian tersebut merusak kualitas udara di rumah Anda. 

Menurut sebuah artikel dari jurnal Building and Environment, pewangi ruangan menyumbangkan tingkat polusi udara yang cukup tinggi. Hal ini dapat terjadi melalui hasil semprotan langsung hingga reaksi bahan produk yang ada di dalamnya. 

Penggunaan alat ini memiliki hubungan kuat dengan meningkatnya kadar terpen dalam rumah, seperti benzena, toluena, dan senyawa organik lainnya yang mudah menguap. Memang efeknya tidak akan langsung ketahuan dan bahkan sulit untuk dideteksi. Namun, akan jauh lebih baik jika Anda tidak terlalu sering menggunakan pengharum ruangan di rumah.

4. Mengontrol alergen dalam ruangan

Anda mungkin perlu mengontrol alergen pula agar kualitas udara terjamin. Alergen merupakan senyawa asing yang dapat menimbulkan reaksi alergi ketika ada di tubuh seseorang. Senyawa asing ini dapat tersebar di udara dan menempel di perabotan serta lantai rumah Anda. 

Alergen bisa berasal dari mana saja, seperti hewan peliharaan, karpet, matras, hingga selimut Anda sendiri. Salah satu cara untuk mengontrol alergen adalah dengan menghilangkan pemicunya. Namun, Anda perlu menjaga kebersihan rumah agar polusi di dalam ruangan menurun.

Baca Lainnya : Waspada, Pembersih Berklorin Hasilkan Polusi Udara yang Membahayakan Keluarga

Ini dia beberapa cara untuk mengontrol alergen di dalam ruangan. 

Mengurangi penggunaan karpet.

  • Tidak memakai gorden yang tebal karena akan lebih sulit untuk dicuci dan membuat debu yang menempel semakin banyak.
  • Melapisi kasur, bantal, dan guling dengan seprai yang anti alergi.
  • Membersihkan debu dengan penyedot debu satu atau dua kali seminggu untuk mencegah alergen kembali tersebar di udara.
  • Menjaga tingkat kelembapan ruangan, terutama dapur, tetap stabil agar jamur tidak tumbuh di dinding rumah Anda dan menyebabkan kualitas udara menurun. 

Sebenarnya, mencegah polusi udara di dalam ruangan cukup mudah dilakukan. Syaratnya satu, selalu jaga kebersihan rumah dan kelembapan ruangan agar terhindar dari alergen dan jamur. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: