Kekejaman Terhadap Hewan Kini Termasuk Kejahatan Federal di Amerika

TrubusLife
Syahroni
29 Nov 2019   22:00 WIB

Komentar
Kekejaman Terhadap Hewan Kini Termasuk Kejahatan Federal di Amerika

Ilustrasi kekejaman terhadap hewan. (ALDF)

Trubus.id -- Di Amerika, melakukan tindakan ekstrem atau kekejaman terhadap hewan sekarang akan menghadapi hukuman federal, termasuk denda, waktu penjara atau keduanya.

Mengutip MNN, Presiden Donald Trump menandatangani Rancangan Perlindungan Kekejaman dan Penyiksaan Hewan (PACT) menjadi undang-undang yang sah pada hari Senin (25/11) lalu, setelah menerima dukungan bipartisan di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. UU ini melarang perusakan, pembakaran, penenggelaman, mencekik, menusuk atau menyebabkan cedera tubuh serius lainnya terhadap "mamalia non-manusia, burung, reptil, atau amfibi yang hidup."

Undang-undang tersebut juga memperkuat Undang-Undang Larangan Video Animal Crush 2010, yang melarang pembuatan, penjualan, dan distribusi video yang menunjukkan tindakan ekstrem kekejaman terhadap hewan. Sekarang memungkinkan penegak hukum federal untuk menuntut tindakan kekejaman, terlepas dari apakah video itu dibuat.

"PACT membuat pernyataan tentang nilai-nilai Amerika. Hewan-hewan pantas dilindungi di tingkat tertinggi," kata Kitty Block, presiden dan CEO Masyarakat Kemanusiaan Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan. "Persetujuan langkah ini oleh Kongres dan presiden menandai era baru dalam kodifikasi kebaikan kepada hewan dalam hukum federal. Selama beberapa dekade, undang-undang antikekejaman nasional adalah impian bagi proteksionis hewan. Sekarang, ini adalah kenyataan."

Hukuman karena melanggar hukum dapat mencakup denda, hingga tujuh tahun penjara atau keduanya, menurut undang-undang.

PACT diperkenalkan oleh Ted Deutch, seorang Demokrat dari Florida, dan Vern Buchanan, seorang Republikan dari Florida, dan dipelopori di Senat oleh Richard Blumenthal, seorang Demokrat dari Connecticut, dan Patrick J. Toomey, seorang Republikan dari Pennsylvania.

"Saya bersyukur melihat UU PACT akhirnya ditandatangani menjadi hukum," kata Blumenthal dalam sebuah pernyataan. "Penyiksaan biadab terhadap hewan tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab dan harus menjadi kejahatan - dan terima kasih kepada undang-undang baru ini, sekarang. Senator Toomey dan saya bekerja bersama selama bertahun-tahun untuk memastikan bahwa penyiksaan hewan tercela seperti ini dilarang, untuk selamanya. "

Hmm, Indonesia rasanya masih jauh dari rancangan Undang-undang semacam ini, ya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: