Punah, Satu-satunya Badak Sumatera yang Ada di Malaysia Kini Telah Tiada

TrubusLife
Syahroni
25 Nov 2019   21:00 WIB

Komentar
Punah, Satu-satunya Badak Sumatera yang Ada di Malaysia Kini Telah Tiada

Dalam foto yang diambil 18 Agustus 2019 ini, Wakil Ketua konservasi Sabah, Christina Liew melihat kondisi badak "Iman" di dalam kandang di negara bagian Sabah timur. (Sabah Deputy Chief Minister's Office via AP)

Trubus.id -- Kabar duka datang dari Malaysia. Satu-satunya badak Sumatera yang ada di negara itu kini telah punah. Yah, dilansir dari Associatted Press, spesies terakhir badak Sumatera di negara itu dikabarkan meninggal karena kanker belum lama ini.

Departemen Satwa Liar di negara bagian Sabah timur di pulau Kalimantan mengatakan badak yang diberi nama Iman tersebut meninggal karena sebab alamiah pada Sabtu (23/11) kemarin karena syok dalam sistemnya. Dia menderita tumor rahim sejak ditangkap pada Maret 2014 silam.

Direktur departemen, Augustine Tuuga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Iman, yang dilaporkan berusia 25 tahun, menderita rasa sakit yang signifikan akibat meningkatnya tekanan tumor ke kandung kemihnya. Nahas, kematiannya datang lebih cepat dari yang diperkirakan dokter hewan yang menanganinya.

Baca Lainnya : Badak Putih Selatan Tertua di Dunia, Tutup Usia di Kebun Binatang Prancis

Kematian Iman sendiri terjadi enam bulan setelah kematian badak jantan satu-satunya di negara itu di Sabah. Badak betina lain juga mati di penangkaran tahun 2017 di negara bagian itu. Upaya membiakkan mereka sia-sia tetapi pihak berwenang Sabah telah memanen sel mereka untuk mengambil peluang reproduksi buatan.

"Meskipun kami tahu bahwa ini akan terjadi lebih cepat daripada nanti, kami sangat sedih dengan berita ini," kata Wakil Ketua Sabah Christina Liew, yang juga menteri lingkungan dilansir dari AP.

Liew mengatakan bahwa Iman telah lolos dari kematian beberapa kali selama beberapa tahun terakhir karena kehilangan darah dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi dokter hewan dan pejabat satwa liar di sana berhasil merawatnya kembali ke kesehatannya. Mereka juga telah berhasil mengambil sel telurnya untuk kemungkinan kolaborasi dengan Indonesia untuk mereproduksi spesies yang terancam punah melalui inseminasi buatan.

Baca Lainnya : Mitos Khasiat Cula dan Gigi, Penyebab Nyaris Punahnya Badak Sumatera

Badak Sumatera, badak yang terkecil dari lima spesies badak, pernah berkeliaran di Asia hingga India, tetapi jumlahnya telah menyusut secara drastis karena deforestasi dan perburuan. Kelompok konservasi WWF memperkirakan bahwa hanya ada sekitar 80 yang tersisa, sebagian besar tinggal di alam liar di Sumatra dan Kalimantan di Indonesia.

Serikat Internasional untuk Konservasi Alam mengidentifikasi badak Sumatera dan badak Jawa dan Hitam terancam punah. Badak Afrika dan Sumatra memiliki dua cula, sedangkan yang lain memiliki cula tunggal. Hanya sekitar 24.500 badak yang bertahan hidup di alam liar dengan 1.250 lainnya di penangkaran di seluruh dunia, kata IUCN. Dari jumlah tersebut, lebih dari dua pertiga adalah badak putih.

Badak banyak dibunuh untuk culanya yang terdiri dari keratin yang mirip dengan rambut dan kuku manusia. Cula ini banyak digunakan dalam obat-obatan tradisional di beberapa bagian Asia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebakaran Hutan Australia Hancurkan Habitat Spesies Terancam Punah

Plant & Nature   21 Jan 2020 - 18:30 WIB
Bagikan:          

Kandungan di Minuman Bersoda Ternyata Bisa Membuat Kita Kecanduan

Health & Beauty   21 Jan 2020 - 17:08 WIB
Bagikan:          
Bagikan: