Amankah Penderita Diabetes Konsumsi Gula Aren?

TrubusLife
Hernawan Nugroho
14 Nov 2019   07:00 WIB

Komentar
Amankah Penderita Diabetes Konsumsi Gula Aren?

Boleh tetapi harus diatur konsumsinya supaya kadar gula dalam darah tidak melonjak (gettyimages)

Trubus.id -- Untuk mencegah lonjakan kadar gula darah dan menghindari komplikasi, sebagian penderita diabetes mencari alternatif lain pengganti gula pasir putih. Salah satu jenis gula yang dirasa lebih sehat itu adalah gula aren. Akan tetapi, amankah penderita diabetes mengonsumsi gula aren?

Menurut Health, Gula aren terbuat dari nira pohon enau yang diolah secara tradisional dan alami. Dalam data Nutrisurvey 2007, satu sendok makan (15 gram) gula aren mengandung 14,5 gram karbohidrat yang setara dengan 59,4 Kalori.

Tak hanya kalori, gula ini juga mengandung zat gizi penting lainnya dalam jumlah yang cukup signifikan, seperti fosfor 3,6 mg; kalium 13,5 mg; kalsium 8,5 mg; magnesium 2,1 mg; dan natrium 0,3 mg; serta vitamin B, antioksidan, dan serat.

Baca Lainnya : Lagi Viral, Brown Sugar Milk Tea Mengandung Gula Paling Tinggi

Dari segi rasa, gula aren memang tidak semanis gula pasir putih pada umumnya. Ini karena gula putih mengandung 100 persen gula, sedangkan gula aren hanya 78 persen dan sisanya terdiri dari vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.

Hal tersebutlah yang membuat gula aren memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah daripada gula putih, yakni 35 berbanding 68.

Indeks glikemik sendiri adalah kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula darah setelah makan. Indeks glikemik dianggap rendah apabila kurang dari 55, sedang bila berada di antara 55-69, dan tinggi bila nilainya mencapai 70 ke atas.

Semakin rendah nilai indeks glikemik, maka semakin sedikit pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Lantas, bagaimanakah jika gula aren dikonsumsi oleh penderita diabetes? Apakah cukup aman?

Meski tergolong aman dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir putih, Anda harus tetap membatasi asupan gula aren. Pasalnya, bagaimanapun gula aren tetap memiliki kandungan glukosa yang merupakan musuh penderita diabetes.

Meski ada yang menyarankan penderita diabetes menggunakan gula aren karena indeks glikemiknya rendah dibanding gula putih, rasa manisnya tetap sama. Jadi pakai dikit saja, gula aren tetap bisa memberi rasa manis,.

Karena itu Anda tetap tidak disarankan untuk mengonsumsinya terlalu banyak. Tetap harus dibatasi, sama halnya dengan gula putih,

Agar lebih aman, dia menyarankan penggunaan madu asli sebagai pemanis dalam makanan dan minuman.

Kalau ingin makan atau minum manis, misalnya saat bikin teh, penderita diabetes dapat menggunakan madu. Ya, madu lebih aman karena tidak terlalu cepat menaikkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain madu, Anda juga bisa pakai kayu manis.

Baca Lainnya : Gula Tebu vs Gula Non-Tebu, Mana yang Lebih Sehat?

Untuk menggantikan penggunaan gula dalam masakan, Anda juga bisa memanfaatkan bawang putih dan bawang bombay. 

Kalau untuk makanan, sebagai pengganti garam dan gula, Anda bisa menggunakan bawang putih dan bawang bombay. Bawang bombay untuk rasa manis dan bawang putih untuk rasa asinnya.

Sebagai pemanis yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir, sah-sah saja penderita diabetes mengonsumsi gula aren. Akan tetapi, jumlah yang dikonsumsi tetap harus dibatasi agar kadar gula darah tetap terkontrol baik. Sebaiknya, Anda memilih bahan pemanis alami, seperti madu dan kayu manis, yang lebih lambat dalam menaikkan kadar gula darah.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: