Perempuan yang Hobi Lembur Lebih Berisiko Kena Diabetes, Benarkah?

TrubusLife
Hernawan Nugroho
11 Nov 2019   19:00 WIB

Komentar
Perempuan yang Hobi Lembur Lebih Berisiko Kena Diabetes, Benarkah?

Jangan biasakan lembur jika tidak sangat terpaksa (shutterstock)

Trubus.id -- Bekerja melebihi waktu kerja alias lembur tentu sudah umum di dunia kerja. Pekerjaan yang menumpuk membuat kita terkadang memperpanjang waktu untuk tetap berada di kantor. Padahal, banyak bahaya mengintai bagi mereka yang gemar lembur, salah satunya diabetes. Lembur disebut-sebut dapat meningkatkan risiko seorang perempuan terkena diabetes.

Bekerja lembur memang diketahui mengorbankan banyak hal, seperti waktu istirahat berkurang, acara bertemu teman yang tersita, hingga masalah kesehatan. Bekerja lembur secara terus-menerus tanpa kenal istirahat memang akan mendatangkan berbagai masalah penyakit. Salah satu risiko yang mengintai ketika seseorang bekerja secara berlebihan adalah diabetes.

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal BMJ Open Diabetes Research and Care pada tahun 2018 mengungkapkan alasannya. 

Dalam studi yang dilakukan pada sekitar 7.000 pekerja menyatakan bahwa perempuan yang bekerja lembur (45 jam atau lebih dalam seminggu) memiliki risiko terkena diabetes tipe dua. Risiko tersebut lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya bekerja 35-45 jam seminggu. Risiko ini tidak berpengaruh pada pria.

Baca Lainnya : Mitos yang Salah Tentang Aturan Makan Penyandang Diabetes

Peter Smith, pemimpin penelitian, menyatakan bahwa peningkatan risiko diabetes pada perempuan bekerja yang mengambil waktu lembur bisa meningkat hingga 50 persen. “Lingkungan pekerjaan jelas berperan dalam peningkatan risiko diabetes tipe dua dan penyakit kronis lainnya, itulah yang perlu disadari. Bekerja lembur bukanlah salah satu gaya hidup sehat,” ujar peneliti senior di Institute for Work and Health di Toronto, Kanada.

Peter Smith mengatakan bahwa waktu jam kerja yang panjang dapat menyebabkan stres. Keadaan tersebut akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon dan meningkatkan terjadinya resistensi insulin yang berujung pada diabetes. 

Mengapa perempuan yang sering lembur rentan kena diabetes?

(foto: gettyimages)

Meskipun lembur diketahui meningkatkan risiko diabetes pada perempuan, nyatanya hal ini tidak berpengaruh pada laki-laki. Padahal, menurut Cameron Mustard, seorang ahli epidemiologi dan ilmuwan senior di Institute for Work and Health di Toronto, secara umum pria memiliki kemungkinan terpapar penyakit yang lebih tinggi secara umum.

Mengejutkannya lagi, dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa jumlah jam kerja yang meningkat (lembur) pada pria malah cenderung menurunkan kasus diabetes pada pria. Lantas, apa yang membuat perempuan justru memiliki risiko lebih tinggi terhadap diabetes ketika mereka lembur? Sebenarnya, belum diketahui secara pasti mengapa lembur meningkatkan risiko diabetes pada perempuan.

Namun, dalam riset, peneliti meyakini adanya hubungan dengan pekerjaan rumah tangga yang biasanya lebih sering dilakukan oleh perempuan. Hal ini menyebabkan perempuan yang lembur harus melakukan pekerjaan tambahan lagi ketika di rumah sehingga waktu kerjanya lebih banyak dibandingkan dengan lelaki.

Kewajiban menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga ini kemudian membuat perempuan memiliki waktu yang lebih sedikit untuk melakukan aktivitas fisik dan menjaga asupan makanannya. Dua faktor inilah yang kemudian meningkatkan risiko diabetes.

Menurut Minisha Sood, seorang pakar endokrinologi dari Lenox Hill Hospital, New York sebagaimana dilansir dari situs Everyday Health mengatakan bahwa perempuan yang bekerja lembur dan lebih keras memiliki tingkat stres yang lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap diabetes.

Baca Lainnya : Studi: Kematian Akibat Kerja Lembur Terus Bertambah, Sikap Kita?

Bagaimana kalau lembur tak dapat dihindari? Meski telah terdapat penelitian soal lembur yang dapat meningkatkan risiko diabetes pada perempuan, lembur kadang tak dapat dihindari. Kalau sudah begini, yang harus dilakukan adalah memiliki kesadaran diri sendiri untuk melakukan pemantauan kesehatan. 

Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan aktivitas fisik saat di kantor. Misalnya saja, memilih tangga dibandingkan naik eskalator atau melakukan olahraga ringan di balik meja kantor.  Jika Anda berisiko terkena diabetes, seperti merokok atau obesitas, cobalah perbaiki kebiasaan ini dan mulai terapkan pola hidup sehat. Apabila ada riwayat keluarga yang memiliki diabetes, sebaiknya Anda rutin menjalankan pemeriksaan gula darah. 

Agar terhindar dari risiko diabetes, perempuan atau siapa pun yang hobi lembur sebaiknya memeriksakan kadar gula darahnya. Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri menggunakan alat cek gula darah atau dapat dengan melakukan pemeriksaan laboratorium.  Pemeriksaan HbA1C memungkinkan Anda mengetahui gambaran kondisi gula darah Anda selama sekitar tiga bulan ke belakang. Yang terpenting, perhatikanlah pula gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda agar lebih seimbang.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Rambut Rontok Terus? Cermati Beberapa Penyebabnya

Health & Beauty   06 Des 2019 - 11:53 WIB
Bagikan:          

Peneliti Temukan Kaldu Sup Tradisional Rumahan Mampu Lawan Malaria?

Health & Beauty   06 Des 2019 - 07:42 WIB
Bagikan:          
Bagikan: