Mengkhawatirkan, Kawanan Paus Terlihat Berenang di Tempat Sampah Laut terbesar

TrubusLife
Hernawan Nugroho
09 Nov 2019   22:00 WIB

Komentar
Mengkhawatirkan, Kawanan Paus Terlihat Berenang di Tempat Sampah Laut terbesar

The Great Pacific Garbage Patch atau Pulau Sampah Pasifik Besar, tempat paling tercemar sampah di Pasifik (gettyimages)

Trubus.id -- Tumpukan sampah, terutama sampah plastik menjadi ancaman utama bagi berbagai makhluk hidup, termasuk makhluk laut. Untuk bisa terurai, sampah plastik membutuhkan waktu lama, bahkan ada sampah plastik yang sudah puluhan tahun tidak bisa terurai.

Sayangnya, sampah plastik ini dapat dengan mudah terbawa atau hanyut ke laut sehingga mencemari laut dan ekosistem yang ada di dalamnya.

Nature mengabarkan, sampah yang hanyut ini bahkan membuat terciptanya timbunan sampah terbesar di Samudera Pasifik, yaitu The Great Pacific Garbage Patch atau Pulau Sampah Pasifik Besar.

Karena letaknya yang ada di lautan, tempat sampah besar ini pun rentan didatangi oleh berbagai makhluk laut. Salah satunya adalah sekelompok paus yang terlihat berenang di The Great Pacific Garbag Patch.

Baca Lainnya : Plastik Ditemukan dalam Fosil, Peneliti Sebut Kita Telah Memasuki Zaman Plastik

Adanya paus yang berenang di tempat ini merupakan pertama kalinya terjadi dan dilihat oleh para ilmuwan. Itu sesuatu yang membahayakan keselamatan mereka.

Untuk pertama kalinya, para ahli biologi melihat adanya sekelompok paus yang berenang di tumpukan sampah plastik yang ada di The Great Pacific Garbage Patch.

Sekelompok paus ini terdiri dari empat paus kepala kotak termasuk induk dan anaknya, tiga paus berparuh, dua paus balin, dan lima mamalia laut lainnya.

Penampakan sekelompok paus yang memasuki daerah paling tercemar di lautan Pasifik tertangkap oleh kamera para ilmuwan (foto: Nature)

Mengingat perairan ini dipenuhi oleh sampah, kedatangan sekelompok paus ini menjadi hal yang mengkhawatirkan. Empat belas ekor mamalia laut ini ditemukan pada bangkai kapal peninggalan perang Vietnam yang ada Samudera Pasifik menggunakan infra merah.

Dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, sekelompok paus ini diperkirakan sudah terpengaruh oleh sampah plastik, baik karena terjerat atau tidak sengaja menelan pastik.

Awalnya, peneliti tidak sengaja menemukan keberadaan mamalia laut ini saat akan menghitung sampah plastik yang ada di timbunan sampah plastik terbesar di laut ini.

Para peneliti berhasil mendeteksi adanya 1.280 potong plastik yang berukuran lebih dari 50 sentimeter dan termasuk mikroplastik lainnya.

Sekadar informasi saja, iimbunan sampah yang ada di The Great Pacific Garbage Patch ini bukan hanya tempat pembuangan akhir di tengah lautan saja. Tempat ini juga menjadi area umum dengan tingkat pencemaran plastik yang tinggi.

Saat sampah, terutama sampah plastik sudah terbawa ke perairan, maka akan semakin sulit untuk terurai. Sampah plastik yang ada di lautan hanya akan terpecah menjadi potongan kecil atau mikroplastik karena suhu, gelombang laut, dan kehidupan laut.

(foto: Nature)

The Great Pacific Garbage Patch (GPGP) yang terletak di antara Hawaii dan California. 

Diperkirakan, massa plastik yang ada di GPGP berjumlah 80.000 ton dan jumlah ini empat sampai 16 kali lebih banyak dari penghitungan sebelumnya.

Ada berbagai jenis sampah plastik yang ada di GPGP, mulai dari plastik yang keras dan berupa lembaran, gelas, sampai tali dan jaring ikan untuk memancing.

Baca Lainnya : Kapal Dagang China Dituding Sebagai Pelaku Pembuangan Limbah Plastik di Samudera Atlantik

Selain itu, ukuran dari sampah plastik yang ada di sini juga beragam. Mulai dari yang berukuran kecil atau mikroplastik berukuran 0,05 sampai 0,5 sentimeter hingga yang berukuran besar, yaitu di atas 50 sentimeter.

Tempat sampah plastik yang ada di laut ini tentu menimbulkan berbagai efek, terutama bagi kehidupan laut. Banyak hewan laut yang  bisa mati karena mengira sampah plastik yang ada di laut adalah makanannya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagaimana Cara Susu Membantu Menurunkan Berat Badan?

Health & Beauty   22 Nov 2019 - 17:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: