39 Orang Meninggal Akibat Rokok Elektrik di AS, 2051 Kasus Cedera Paru-Paru

TrubusLife
Binsar Marulitua
09 Nov 2019   16:00 WIB

Komentar
39 Orang Meninggal Akibat Rokok Elektrik di AS, 2051 Kasus Cedera Paru-Paru

Ilustrasi Cedera paru-paru dampak Rokok Elektrik (Istimea)

Trubus.id -- Lembaga kesehatan Amerika Serikat mencatat, 39 orang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan rokok elektrik di Negeri  "Uncle Sam" tersebut. 

Lembaga tersebut, Center for Disease Control and Prevention (CDC), mengumumkan bahwa jumlah kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan vaping telah melonjak jadi 2.051.

Kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan penggunaan produk e-cigarette, atau vaping, dilaporkan muncul di semua 49 negara bagian, kecuali Alaska, District of Columbia, dan Virgin Islands AS.

Baca Lainnya : AS Mulai Batasi Peredaran Rokok Elektrik pada Remaja, Indonesia Kapan?

"Usia menengah pasien yang meninggal ialah 53 tahun dan berkisar dari 17 sampai 75 tahun," tambah CDC seperti di kutip Anadolu Agency, Sabtu (9/11/2019)

Kebanyakan pasien melaporkan mereka menggunakan vaping THC, bahan psikoaktif pada ganja, kendati para penyelidik belum secara resmi menentukan penyebab penyakit tersebut --yang mencakup gangguan pernafasan, nyeri dada dan muntah.

CDC menyarankan masyarakat agar tidak menggunakan produk rokok elektrik atau vaping yang berisi THC dan agar tidak memodifikasi produk yang dibeli melalui gerai eceran.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mengapa Kunang-kunang Mulai Menghilang?

Health & Beauty   27 Feb 2020 - 07:02 WIB
Bagikan:          

Mendaur Ulang Ponsel Berarti Ikut Menyelamatkan Gorila?

Plant & Nature   27 Feb 2020 - 06:51 WIB
Bagikan:          

Lebah Bumblebee Dapat Kenali Objek Melalui Indra yang Berbeda

Health & Beauty   27 Feb 2020 - 06:11 WIB
Bagikan: