Study: Jamur Bawah Tanah Adalah Kunci dari Tumbuh Suburnya Tanaman

TrubusLife
Syahroni
08 Nov 2019   21:30 WIB

Komentar
Study: Jamur Bawah Tanah Adalah Kunci dari Tumbuh Suburnya Tanaman

Peneliti menyebut, jamur bawah tanah merupakan kunci suburnya tanaman. (Istimewa)

Trubus.id -- Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, ia membutuhkan bantuan jamur yang ramah — lebih disukai yang akan menggali jauh ke dalam sel-sel akar tanaman. Tumbuhan hidup dalam simbiosis dengan jamur yang berasosiasi dengan akar, atau mikoriza. Jamur menyediakan hingga 80 persen nutrisi dan air yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, dan tanaman menghasilkan hingga 30 persen fotosintat — zat makanan yang dibuat melalui fotosintesis — yang dibutuhkan jamur.

Ada dua jenis utama jamur mikoriza yaitu arbuskular dan ektomikoriza. Mikoriza arbuskular menembus sel-sel kortikal akar tanaman. Sementara jamur ektomikoriza tidak menembus dinding sel tanaman, melainkan membentuk struktur seperti jaring di sekitar akar tanaman.

Sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences dan penulis bersama oleh ahli ekologi Stephanie Kivlin, seorang asisten profesor di University of Tennessee, Knoxville, menunjukkan bahwa jamur mikoriza arbuskular sangat membantu tanaman yang mereka tumpangi.

"Asosiasi jamur mikoriza di bawah tanah adalah salah satu pengaruh terbesar pada konsentrasi nutrisi jaringan tanaman. Untuk mengoptimalkan nutrisi tanaman, kita perlu memasukkan asosiasi mikoriza ke dalam kerangka kerja pertanian dan manajemen kita." terang Kivlin seperti dilansir dari situs resmi University of Tennessee.

Jamur mikoriza arbuskular meningkatkan konsentrasi nutrisi tanaman dalam daun tanaman, serasah, dan akar lebih dari jamur ektomikoriza. Jenis jamur yang berhubungan dengan akar memiliki pengaruh lebih besar pada tingkat nutrisi tanaman daripada sifat-sifat daun tanaman atau asosiasi tanaman dengan bakteri pengikat nitrogen.

Rekan penulis Kivlin adalah Colin Averill dari ETH Zürich, Jennifer M. Bhatnagar dan Michael C. Dietze dari Boston University, dan William D. Pearse dari Utah State University.

Studi yang mereka lakukan ini menganalisis lebih dari 17.000 pengamatan sifat dari hampir 3.000 spesies tanaman kayu dalam enam kategori yang menunjukkan betapa mudahnya tanaman menggunakan nutrisi: konsentrasi nitrogen dan fosfor dalam daun hijau, daun tua — daun yang hampir rontok atau baru saja jatuh hingga akar. Ia melihat bagaimana efek mikoriza bervariasi di seluruh lingkungan, melakukan analisis serupa di zona latitudinal boreal, sedang, dan tropis.

Di laboratorium Kivlin mempelajari dampak perubahan global pada distribusi, fungsi, dan konsekuensi ekosistem dari asosiasi jamur mikoriza tanaman di seluruh dunia.

"Langkah selanjutnya adalah memahami apakah ada variasi dalam perolehan nutrisi di antara spesies jamur dalam setiap kelompok mikoriza dan bagaimana konsentrasi nutrisi tanah dapat berinteraksi untuk mempengaruhi konsentrasi nutrisi tanaman dengan perubahan global," kata Kivlin. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ilmuan Ungkap Resep Rahasia Alam Dalam Pembentukan Daun Tanaman

Plant & Nature   22 Nov 2019 - 15:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Jangan Tunda Lagi, Ikuti 3 Tips Ini untuk Bibir Cerah Sehat Alami 

Health & Beauty   22 Nov 2019 - 14:22 WIB
Bagikan: