Taman Bambu, Penyelamat Air yang Menjadi Obyek Wisata Edukasi

TrubusLife
Hernawan Nugroho
23 Okt 2019   07:00 WIB

Komentar
Taman Bambu, Penyelamat Air yang Menjadi Obyek Wisata Edukasi

Bambu, si tanaman multimanfaat penyelamat lingkungan hidup (mongabay)

Trubus.id -- Tak terpikir di benak Narsim (50)  warga Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah jika bambu yang ia tanam 23 tahun lalu, kini  menjelma menjadi pembawa keberuntungan bagi wilayahnya. Kisah penyelamat lingkungan yang dilansir dari Mongabay ini memang menarik.

Ketika itu, ia ditugasi untuk menanam bambu oleh seseorang pada areal luas yang hanya berisi semak belukar. Tak tanggung-tanggung, luasnya mencapai 5 hektar. Topografinya pun tidak selalu rata. Lokasinya naik turun, ada air terjun dan aliran sungai kecil ada di bagian bawah, sehingga bambu mulai ditanam dari bagian atas menuju ke bawah.

Ia mengatakan tujuan awal penanaman bambu di Desa Karangsalam itu adalah untuk mengamankan mata air. Sebab, bambu sangat bagus sebagai penyerap air. Dengan demikian, kalau musim kemarau pasokan air tetap masih lancar.

Lalu, benarkan bambu mampu menyimpan air secara baik? Philip Mahalu dari CIFOR, seperti yang dilansir Kompas, menyebutkan kalau tanaman bambu menyerap 90% air hujan, 10% menguap.

Baca Lainnya : Antisipasi Kekeringan di Masa Depan, Prancis Mulai Perketat Penggunaan Air Tanah

Bahkan, penelitian di China menyebutkan kalau hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah hingga 240% jika dibandingkan hutan pinus. Penghijauan dengan bambu pada bekas tambang batu bara di India mampu meningkatkan muka air tanah 6,3 meter hanya dalam 4 tahun.

Berdasarkan laporan penelitian tentang hutan di China, dedaunan bambu yang berguguran di hutan bambu terbuka paling efisien di dalam menjaga kelembaban tanah dan memiliki indeks erosi paling rendah dibanding 14 jenis hutan yang lain.

Ada 36 jenis bambu yang ditanam di taman bambu (foto: mongabay)

Ternyata, apa yang dikatakan oleh Narsim, telah dibuktikan melalui berbagai macam riset yang ada. “Kalau sekarang, tanaman bambu di Karangsalam sudah mulai tertata dan dapat dinikmati oleh pengunjung. Setidaknya ketika mereka datang ke sini, pasti merasakan sejuk karena rimbunnya pohon bambu,”ujarnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: