Penelitian Ungkap, 'Sogokan Manis' untuk Semut Adalah Kunci untuk Tanaman Berbuah

TrubusLife
Syahroni
20 Okt 2019   18:00 WIB

Komentar
Penelitian Ungkap, 'Sogokan Manis' untuk Semut Adalah Kunci untuk Tanaman Berbuah

Semut-semut ditampilkan pada kuncup dan buah-buahan dari bunga gairah setelah sebuah penelitian yang menemukan bahwa tanaman berbunga seperti kacang, kapas dan buah markisa menawarkan nektar termanis untuk merekrut semut yang menjajah - strategi mereka menyeimbangkan kebutuhan mereka akan pertahanan dan reproduksi. (Nora Villamil-Buenrostro/Edinburgh University)

Trubus.id -- Tanaman berbunga seperti kacang dan kapas menawarkan nektar termanis untuk merekrut semut yang menjajah dalam strategi yang menyeimbangkan kebutuhan mereka akan pertahanan dan untuk bereproduksi, saran penelitian.

Apa yang disebut tanaman semut dengan hati-hati mengatur jumlah dan kemanisan nektar yang dihasilkan pada bunga dan daunnya, sebuah penelitian menunjukkan. Ini memungkinkan mereka untuk menarik semut — yang secara agresif mencegah herbivora — sembari memikat serangga yang akan menyebarkan serbuk sari.

Temuan ini dapat menginformasikan pertanian komersial produk dari tanaman semut, yang juga termasuk labu, cukini, markisa dan madu akasia. Para peneliti dari Universitas Edinburgh mempelajari nektar yang dikeluarkan oleh tanaman dari keluarga markisa selama pengembangan bunga dan buah.

Mereka berusaha memahami bagaimana tanaman tersebut menghasilkan nektar pada bunga, buah dan daunnya, untuk memberi makan semut dan penyerbuk. Para ilmuwan terkejut menemukan bahwa volume terbesar nektar termanis diproduksi di sekitar bunga, untuk menarik semut.

Ini dapat memastikan bahwa bunga, dengan serbuk sari yang berharga dan buah-buahan potensial, dilindungi dengan baik dari herbivora, sambil mendorong semut untuk menjauh dari bunga yang terbuka itu sendiri.

Para peneliti mengharapkan sekresi nektar yang tinggi pada kuncup dan buah-buahan untuk memikat semut, tetapi tidak pada bunga, untuk menghindari konflik antara semut dan penyerbuk. Studi yang dipublikasikan di Biotropica, didanai oleh National Autonomous University of Mexico.

Nora Villamil-Buenrostro, dari Sekolah Ilmu Biologi Universitas Edinburgh, yang memimpin penelitian ini, mengatakan: "Menawarkan suap manis dalam bentuk nektar mungkin merupakan strategi yang digunakan oleh tanaman semut untuk menghindari konflik antara semut dan penyerbuk. Hal ini memungkinkan pertukaran di mana tanaman dilindungi dengan baik oleh semut pengawal, tanpa ini membuat penyerbuk menakut-nakuti. "

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: