Hebat, Antibiotik pada Semut Bisa Menahan Setidaknya 14 Penyakit pada Tanaman

TrubusLife
Syahroni
20 Okt 2019   16:00 WIB

Komentar
Hebat, Antibiotik pada Semut Bisa Menahan Setidaknya 14 Penyakit pada Tanaman

Antibiotik yang dihasilkan semut Bisa Menahan Setidaknya 14 Penyakit Tanaman (Kim Aaen, NatureEyes)

Trubus.id -- Sebuah penelitian baru dari Aarhus University, Denmark menunjukkan bahwa semut menghambat setidaknya 14 penyakit tanaman. Dalam studi berjudul 'Ants Suppresing Plant Pathogens: a Riview' yang diterbitkan di Oikos, Jumat (11/10) lalu itu disebutkan, semut mengeluarkan antibiotik dari kelenjar di dalam tubuh.

Pada kaki dan tubuh mereka, mereka juga menjadi tuan rumah koloni bakteri yang mengeluarkan antibiotik. Mungkin zat-zat inilah yang menghambat sejumlah penyakit, dan para peneliti sekarang berharap menemukan pestisida biologis yang dapat menaklukkan penyakit tanaman yang kebal.

Semut hidup berdekatan di perbukitan semutnya dan karenanya sangat rentan terhadap penyebaran infeksi. Tetapi mereka memiliki obat sendiri untuk melawan penyakit. 

Di satu sisi, mereka sangat higienis dan, di sisi lain, mereka dapat menyembuhkan diri sendiri dan saling mengobati dengan antibiotik yang diproduksi sendiri. Melalui kelenjar tubuh, semut mengeluarkan antibiotik, dan koloni bakteri, yang ditumbuhkan semut di kaki dan tubuh mereka, juga dapat mengeluarkan antibiotik.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semut kayu yang dipindahkan ke perkebunan apel mengurangi terjadinya dua penyakit apel (keropeng dan busuk apel) di perkebunan. Hal ini mendorong para peneliti untuk meneliti literatur yang ada di mana mereka sekarang telah menemukan bukti ilmiah bahwa semut dapat menghambat setidaknya 14 penyakit tanaman.

"Kami belum tahu bagaimana semut menyembuhkan tanaman," kata peneliti senior Joachim Offenberg, Departemen Biosains, Universitas Aarhus, yang memimpin penelitian.

"Tetapi kita tahu bahwa semut mensekresikan feromon pada jejaknya pada tanaman untuk menemukan jalannya. Dan kita tahu bahwa beberapa di antaranya memiliki sifat antibiotik. Efek penyembuhan pada penyakit tanaman dapat disebabkan oleh feromon ini," jelas Offenberg.

Para peneliti percaya bahwa semut dan antibiotiknya dapat digunakan untuk pertanian di masa depan.

"Kami berharap bahwa lebih banyak penelitian di lapangan akan mengungkapkan jenis baru agen kontrol biologis yang dapat digunakan dalam memerangi penyakit tanaman yang resisten di pertanian," kata Joachim Offenberg.

Dan idenya bukan utopia belaka: Peneliti lain telah menemukan antibiotik pada semut Afrika yang mampu membunuh MRSA dan bakteri multi-resisten lainnya.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Jangan Sepele, Begini Caranya Agar Kita Tidak Kekurangan Vitamin C

Health & Beauty   14 Des 2019 - 23:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: