Waspada, Beberapa Produk Bubur Bayi Mengandung Methylmercury yang Tinggi

TrubusLife
Syahroni
18 Okt 2019   22:00 WIB

Komentar
Waspada, Beberapa Produk Bubur Bayi Mengandung Methylmercury yang Tinggi

Ilustrasi. (Istimewa)

Trubus.id -- Mengkonsumsi sejumlah besar ikan tertentu dapat membuat konsumen terpapar metilmerkuri, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa padi yang ditanam dalam kondisi tercemar juga dapat meningkatkan level metilmerkurinya.

Sekarang, sebuah penelitian yang muncul dalam ACS 'Journal of Agriculture and Food Chemistry melaporkan bahwa beberapa jenis sereal bayi juga dapat mengandung jumlah methylmercury yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Selama bertahun-tahun, peningkatan kadar metilmerkuri pada ikan tertentu seperti tuna albacore telah menyebabkan beberapa orang, terutama wanita hamil, membatasi konsumsi ikan ini untuk mengurangi potensi paparannya. Methylmercury adalah bentuk merkuri yang, dalam jumlah yang cukup tinggi, dapat menyebabkan masalah neurologis dan reproduksi pada orang dewasa, dan masalah perkembangan pada bayi dan anak kecil.

Dalam 10 tahun terakhir, beras telah muncul sebagai sumber potensial lain dari paparan merkuri. Penelitian telah mendeteksi metilmerkuri dalam biji-bijian ketika ditanam di daerah yang tercemar, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi orang-orang yang mengandalkan tanaman itu sebagai bahan pokok sehari-hari. Mengingat hasil ini, Yong Cai dan rekannya ingin mengetahui apakah sereal beras komersial untuk bayi juga mengandung zat tersebut.

Para peneliti menguji 119 sampel sereal bayi yang dibuat dengan berbagai biji-bijian. Produk tersebut dibeli dari berbagai wilayah di AS dan Cina. Sereal berbahan dasar beras memiliki kadar metilmerkuri yang jauh lebih tinggi daripada produk tanpa beras, menunjukkan bahwa biji-bijian tersebut kemungkinan merupakan sumber merkuri.

Sampel sereal beras dari AS dan Cina memiliki tingkat yang sama, dengan konsentrasi rata-rata 2,28 mikrogram metilmerkuri per kilogram produk. Berdasarkan hasil ini, para peneliti memperkirakan bahwa bayi yang mengkonsumsi produk-produk ini dapat menelan antara 0,004 hingga 0,123 mikrogram metilmerkuri per kilogram berat badan setiap hari.

Efek kesehatan potensial dari jumlah merkuri ini sulit dijabarkan. Badan Perlindungan Lingkungan A.S. telah menetapkan dosis harian rujukan (RfD) 0,1 mikrogram / kg / hari untuk metilmerkuri. Namun, standar dihitung menggunakan faktor-faktor yang mungkin tidak relevan dengan sereal bayi, kata para peneliti.

Sebagai contoh, RfD didasarkan pada asupan merkuri wanita hamil dan transfernya ke janin. Para peneliti menyimpulkan bahwa dibutuhkan lebih banyak studi untuk lebih tepatnya memahami bagaimana merkuri dalam makanan dapat mempengaruhi bayi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagaimana Cara Susu Membantu Menurunkan Berat Badan?

Health & Beauty   22 Nov 2019 - 17:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: