Hiperthermia: Terlihat Remeh, Tapi Bisa Membahayakan Anjing

TrubusLife
Hernawan Nugroho
16 Okt 2019   08:00 WIB

Komentar
Hiperthermia: Terlihat Remeh, Tapi Bisa Membahayakan Anjing

Jaga anjing kesayangan supaya selalu dalam kondisi suhu tubuh normal (gettyimages)

Trubus.id -- Menjaga suhu tubuh agar tetap normal sangat penting untuk memastikan sel-sel tubuh bekerja secara normal. Hipertermia merupakan kondisi dimana suhu tubuh anjing meningkat. Padahal anjing memiliki suhu tubuh normal di antara 37,5oC – 39,2oC.

Jika peningkatan suhu tidak normal terjadi dalam jangka panjang (bukan disebabkan oleh hal fisiologis seperti stres dan olah raga), maka dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi sel-sel di dalam tubuh. Agar Trubus Mania bisa memberikan penanganan yang tepat, yuk, cari tau dua macam Hiperthermia seperti yang diinformasikan oleh laman AnjingKita.

1. Pyrogenic hyperthermia

Apa itu Pyrogenic hyperthermia? Hiperthermia jenis pertama ini adalah demam yang disebabkan oleh peradangan. Pada saat terjadi infeksi atau peradangan, peningkatan suhu tubuh terjadi untuk menyerang agen infeksiusnya.

Baca Lainnya : Ketahui Penyakit yang Rentan Diderita Anjing Setelah Melahirkan

2. Nonpyrogenic hyperthermia

Berbeda dengan jenis Hiperthermia pertama, kategori kedua ini terjadi karena gangguan pada hipotalamus, konsumsi obat-obatan tertentu, kejang, eklamsia, keracunan, ketidakmampuan hewan untuk panting, dan kondisi lingkungan. Salah satu contoh dari nonpyrogenic hyperthermia adalah heatstroke atau bisa disebut serangan panas.

Selalu waspadai heatstroke. Heatstroke (serangan panas) kerap terjadi di daerah-daerah beriklim panas dan lembab, seperti sebagian besar wilayah di Indonesia. Lain halnya dengan manusia yang bisa berkeringat untuk menurunkan suhu tubuhnya, anjing hanya dapat berkeringat melalui telapak kakinya.

(foto: thinkstock)

Lalu bagaimana anjing menurunkan suhu tubuhnya?

  • Konduksi: berbaring di permukaan yang lebih dingin,
  • Konveks: melalui sirkulasi udara dingin seperti angin,
  • Radiasi: pelepasan panas dari tubuh ke lingkungan, dan evaporasi (panting).

Jadi, apabila berada dalam ruangan/permukaan panas tanpa sirkulasi udara, anjing rentan terkena heatstroke.

Bagaimana gejala heatstroke? Gejala klinis dari anjing yang terkena heat stroke antara lain: gelisah dan mencari tempat yang sejuk untuk istirahat, panting, keringat pada telapak kaki, membran mukosa berwarna pink gelap atau merah, hipersalivasi, peningkatan frekuensi denyut jantung, lemas, muntah/diare, dan kolaps.

Baca Lainnya : Penyakit Misterius Membunuh Puluhan Anjing di Norwegia

Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya heatstroke pada anjing antara lain:

  • Pastikan air bersih dan segar selalu tersedia. Bagi anjing yang biasa berada di luar rumah, letakkan air minum di daerah yang sejuk dan teduh
  • Jangan pernah tinggalkan anjing tanpa pengawasan di tempat tertutup dan/atau tanpa sirkulasi udara seperti mobil.
  • Hindari olahraga pada saat cuaca sedang panas.
  • Ketika mengajak anjing jalan untuk jangka waktu yang lama, berhenti dan beri air minum secara berkala.
  • Bagi anjing yang tinggal di luar rumah, pastikan tersedia tempat berteduh yang sejuk setiap saat.

Agar anjing tetap sehat, berikan makanan harian yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikan makanan yang membantu menjaga kesehatan jantung, serta memperbaiki kesehatan usus karena mengandung prebiotik. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: