Jadi Sumber Permasalahan SDGs, Pertanian Juga Jadi Solusi Pembangunan Berkelanjutan

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
09 Okt 2019   14:00

Komentar
Jadi Sumber Permasalahan SDGs, Pertanian Juga Jadi Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Ketua IPB SDG Network yang juga Ketua Yayasan Bina Swadaya Bayu Krisnamurthi. (Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Ketua IPB SDG Network yang juga Ketua Yayasan Bina Swadaya Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, pertanian memiliki kontribusi besar dalam pembangunan berkelanjutan khususnya terhadap pencapaian target dan tujuan Program Sustainable Development Goals (SDGs).

"Berbicara tentang pertanian, dalam hal ini IPB SDG Network turut membantu mendorong pertanian berkontribusi pada pencapaian SDGs," kata Bayu Krisnamurthi dalam SDGs Annual Conference yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Bayu menegaskan, pertanian merupakan salah satu sumber permasalahan dalam SDGs. Pasalnya, pertanian berkontribusi menyebabkan 25 persen gas rumah kaca. Sementara, 70 persen dari pemakaian air bersih digunakan untuk sektor pertanian. 

Baca Lainnya : Bayu Khrisnamurthi: SDGs Berjalan Baik Jika Basis Datanya Kuat

"Sangat boros kita dengan air. Untuk menghasilkan satu kilogram beras membutuhkan 1.000 liter air. Bayangkan kalau 70 juta ton gabah, artinya 7 miliar kilogram gabah membutuhkan 70 triliun air yang digunakan. Ini sesuatu yang sangat serius dalam konteks SDGs," ucapnya.

Selain itu, Bayu mengatakan bahwa pertanian juga menyebabkan diforestasi. Pertanian yang paling besar menurut Bayu adalah sektor peternakan. Deforestasi dalam arti berubahnya fungsi kawasan hutan menjadi peruntukkan lain terjadi karena pertanian.

"Erosi tanah, serta hilangnya keanekaragaman hayati terjadi karena pertanian monokultur, ini tidak bisa dipungkiri," bebernya.

Pada kesempatan tersebut Bayu juga mengingatkan bahwa pertanian adalah korban paling serius dari semua permasalahan yang diungkap di SDGs. Dirinya menuturkan jika terjadi banjir yang paling menderita adalah pertanian. Selain itu, turunnya produktivitas berbagai macam masalah seperti terjadinya kenaikan suhu air, korbannya juga di sektor pertanian.

Baca Lainnya : Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat Berperan dalam Pencapaian SDGs di Indonesia

"60 persen lebih masalah kemiskinan juga di pertanian. 60 persen kelaparan dan malnutrisi di perdesaan juga berhubungan dengan pertanian. Degradasi lahan disisi lain menjadi penyebab, tapi di sisi lain yang terkena longsor hampir selalu di lokasi pertanian atau keluarga petani," tambahnya.

Meski begitu, Bayu mengatakan bahwa pertanian juga solusi karena mampu menyerap karbon terbesar di luar hutan. 

"Sungguh salah jika membayangkan sawit tidak menyerap karbon. 30 tahun pohon itu berdiri dan menyerap karbon, demikian juga dengan tanaman-tanaman lain," paparnya

Lanjut Bayu, jika berbicara SDGs Goals ke 2 yakni masalah kelaparan menurutnya, tidak ada yang mampu menyelesaikan SDGs Goals 2 kelaparan jika bukan pertanian.

"50 persen penyedia pangan berasal dari petani kecil. Sampai dengan saat ini sebesar 30 persen GDP dunia berasal dari pertanian, sementara 35 persen kesempatan kerja masih di pertanian. Kalau kota bicara SDGs beberapa hal ini harus kita sadari sepenuhnya. Sehingga strategi kalau dilihat dari pertanian, maksimalkan penyedia pangan dari petani kecil; minimumkan masalah deforestasi, erosi tanah dan mengatasi masalah kekeringan, turunnya produktivitas, banjir, 60 persen kemiskinan, 60 persen malnutrisi serta degradasi lahan. Kita harus membangun pertanian yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bahaya Mengancam di Balik Lezatnya Kalkun

Ayu Setyowati   Peristiwa
Bagikan: