Waspada, Pembersih Berklorin Hasilkan Polusi Udara yang Membahayakan Keluarga

TrubusLife
Syahroni
02 Okt 2019   21:30 WIB

Komentar
Waspada, Pembersih Berklorin Hasilkan Polusi Udara yang Membahayakan Keluarga

Ilustrasi produk pembersih. (Istimewa)

Trubus.id -- Selama beberapa generasi, orang telah menggunakan pemutih klorin untuk membersihkan dan mendisinfeksi rumah mereka. Namun, para peneliti sekarang telah menemukan bahwa asap pemutih, dalam kombinasi dengan cahaya dan senyawa jeruk yang ditemukan di banyak produk rumah tangga, dapat membentuk partikel-partikel yang terbawa udara yang mungkin berbahaya ketika dihirup oleh hewan peliharaan atau manusia. Mereka melaporkan hasil penelitiannya dalam jurnal Environmental Science & Technology (ACS).

Produk pembersih pemutih memancarkan senyawa yang mengandung klor, seperti asam hipoklor (HOCl) dan gas klor (Cl2), yang dapat terakumulasi ke tingkat yang relatif tinggi di lingkungan dalam ruangan yang berventilasi buruk. Gas-gas ini dapat bereaksi dengan bahan kimia lain yang biasa ditemukan di rumah, seperti limonene — senyawa beraroma jeruk atau lemon yang ditambahkan ke banyak produk perawatan pribadi, pembersih, dan penyegar udara.

Selain itu, pencahayaan dalam ruangan atau sinar matahari melalui jendela dapat memecah HOCl dan Cl2 menjadi radikal hidroksil dan atom klor, yang dapat bereaksi dengan senyawa lain untuk membentuk partikel udara yang disebut aerosol organik sekunder (SOA). Polutan ini telah dikaitkan dengan masalah pernapasan dan efek kesehatan lainnya yang merugikan.

Chen Wang dan rekannya ingin melihat apakah limonene dan asap pemutih, pada konsentrasi yang mungkin terjadi di lingkungan dalam ruangan, dapat bereaksi untuk menghasilkan SOA dalam kondisi terang dan gelap.

Para peneliti menambahkan limonene, HOCl dan Cl2 ke udara di ruang lingkungan dan kemudian mengukur produk reaksi menggunakan spektrometri massa. Dalam kegelapan, limonene dan HOCl / Cl2 dengan cepat bereaksi untuk menghasilkan berbagai senyawa yang mudah menguap. Ketika tim menyalakan lampu fluoresen atau membuat ruangan terkena sinar matahari, senyawa yang mudah menguap ini berinteraksi dengan radikal hidroksil yang dihasilkan cahaya dan atom klor untuk membentuk SOA.

Meskipun komposisi dan efek kesehatan yang mungkin dari partikel-partikel ini perlu dipelajari lebih lanjut, mereka bisa menjadi bahaya bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan pembersihan, kata para peneliti. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kucing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona Ditemukan di Belgia

Pet & Animal   28 Mar 2020 - 22:49 WIB
Bagikan:          
Bagikan: