Penelitian Baru: Mikroba Tanah Mainkan Peran Penting dalam Ketahanan Penyakit Tanaman

TrubusLife
Syahroni
29 Sep 2019   22:00 WIB

Komentar
Penelitian Baru: Mikroba Tanah Mainkan Peran Penting dalam Ketahanan Penyakit Tanaman

Bibit tomat yang sakit (kiri) dan sehat (kanan) terinfeksi oleh Ralstonia solanacearum. (Doc/ Ville Friman)

Trubus.id -- Para ilmuwan telah menemukan bahwa mikroba tanah dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap penyakit agresif. Temuan ini membuka kemungkinan baru untuk produksi pangan berkelanjutan.

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum menginfeksi beberapa tanaman termasuk tomat dan kentang. Ini menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar di seluruh dunia terutama di Cina, Indonesia dan Afrika.

Para peneliti dari University of York bekerja dengan rekan-rekan dari Cina dan Belanda, menyelidiki efek microbiome tanah pada interaksi tanaman-patogen. Infeksi seringkali 'tidak merata' di lapangan yang tidak mempengaruhi keseluruhan panen dan penyebabnya tidak diketahui.

Ville Friman dari Departemen Biologi mengatakan: "Meskipun kami telah menemukan bahwa patogen ada di mana-mana di ladang tomat, itu tidak mampu menginfeksi semua tanaman. Kami ingin memahami apakah variasi spasial ini dapat dijelaskan oleh perbedaan. dalam komunitas bakteri tanah. "

Untuk mempelajari efek microbiome tanah untuk pengembangan penyakit, para ilmuwan menggunakan sistem eksperimental yang baru dikembangkan yang memungkinkan pengambilan sampel berulang tanaman individu dengan cara yang tidak merusak. Ini memungkinkan para ilmuwan untuk kembali ke masa lalu dan membandingkan mikrobioma tanaman yang sehat dan berpenyakit jauh sebelum gejala penyakit terlihat.

Metode pengambilan sampel memungkinkan mereka untuk membandingkan mikro-organisme yang ada di tanah tanaman yang tetap sehat atau terinfeksi. Analisis mereka menunjukkan bahwa mikrobioma tanaman yang masih hidup dikaitkan dengan taksa langka tertentu dan bakteri Pseudomonas dan Bacillus yang menekan patogen.

Friman menambahkan: "Kami menemukan bahwa peningkatan resistensi penyakit dapat ditransfer ke generasi tanaman berikutnya bersama dengan transplantasi tanah yang dianalogikan dengan transplantasi feses yang digunakan dalam pengobatan.

"Hasil kami menunjukkan bahwa penting untuk memfokuskan tidak hanya patogen tetapi juga mikroorganisme menguntungkan yang ada secara alami yang ada di rhizosfer. Sementara peran bermanfaat mikroba bagi manusia dan tanaman telah diakui sejak lama, telah sulit untuk memisahkan sebab dan akibat dan taksa bakteri penting berdasarkan data komparatif. "

Tim saat ini sedang mengembangkan dan menguji berbagai inokulan mikroba untuk produksi tanaman. Penelitian ini telah membuka kemungkinan di masa depan bahwa bakteri dapat digunakan sebagai 'probiotik tanah' untuk melindungi tanaman dari patogen. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Berkebun Efektif Hilangkan Stres Hingga Menjadi Trauma Healing

Health & Beauty   10 Juli 2020 - 10:20 WIB
Bagikan: