Bukan Genetika, Letak Geografik yang Pengaruhi Respons Pika Amerika pada Perubahan Iklim

TrubusLife
Syahroni
28 Sep 2019   18:00 WIB

Komentar
Bukan Genetika, Letak Geografik yang Pengaruhi Respons Pika Amerika pada Perubahan Iklim

Pika American dengan mekanan di mulutnya. (Keith Kohl)

Trubus.id -- Sebuah tim peneliti yang sangat besar dari seluruh AS bersama dengan beberapa peneliti dari Kanada dan Australia telah menemukan bahwa geografi memainkan lebih banyak peran dalam bagaimana pika Amerika merespons perubahan iklim daripada genetika.

Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change, kelompok itu menggambarkan studi lengkap mereka tentang hewan kecil dan apa yang mereka temukan. Meagan Oldfather dari University of Colorado Boulder telah menerbitkan artikel News & Views dalam edisi jurnal yang sama yang menguraikan hasil kerja tim.

Pika Amerika adalah binatang kecil yang mirip dan terkait erat dengan kelinci dan tikus. Spesies ini jauh lebih kecil dan memiliki telinga yang lebih menyerupai tikus. Ia hidup di pegunungan Amerika Serikat bagian barat, dan merupakan makhluk yang sangat sensitif terhadap perubahan iklim.

Dingin di pegunungan tempat tinggalnya — untuk bertahan hidup, pika telah mengembangkan metabolisme cepat yang menghasilkan banyak panas, yang tidak bisa mereka lepaskan jika udara di sekitar mereka menjadi terlalu hangat. Untuk alasan itu, pika Amerika telah menghilang dari banyak daerah — tetapi mereka berkembang di daerah lain.

Konsensus di antara spesialis satwa liar adalah bahwa kelompok-kelompok yang berkinerja baik kemungkinan memiliki keunggulan genetik. Dalam upaya baru ini, para peneliti berusaha menguji teori ini.

Untuk mengetahui alasan sebenarnya beberapa kelompok pika melakukan lebih baik daripada yang lain, para peneliti mengumpulkan sejumlah besar data yang telah membangun selama bertahun-tahun mengenai studi pika Amerika. Mereka kemudian mengurutkan semua pika yang dikenal menjadi empat kelompok karakteristik: garis keturunan genetik, ekoregion, ketinggian dan wilayah fisiografi.

Selanjutnya, tim membandingkan kelompok pika dalam masing-masing karakteristik kelompok dengan 20 variabel yang terkait dengan perubahan iklim — seperti suhu, kelembaban dan berapa banyak hujan yang jatuh di suatu daerah tertentu. Mereka selesai dengan mencatat kelompok mana dari empat kelompok yang telah mereka ciptakan yang paling cocok dengan kenyataan — di mana pika bertahan hidup dan di mana mereka tidak berada.

Para peneliti melaporkan bahwa ekoregion ternyata menjadi model terbaik untuk menjelaskan mengapa berbagai kelompok pika lebih mampu mengatasi iklim yang memanas — mereka yang tinggal di daerah di mana mereka dapat terus mendapatkan air dari tanaman dan mencari perlindungan dari predator. terbaik. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: