Inilah 10 Kota di Amerika dengan Kualitas Udara Paling Buruk 2019

TrubusLife
Thomas Aquinus
27 Sep 2019   08:00 WIB

Komentar
Inilah 10 Kota di Amerika dengan Kualitas Udara Paling Buruk 2019

Ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Sejak diberlakukannya Undang-Undang Udara Bersih tahun 1970, telah tumbuh kesadaran untuk pentingnya kualitas udara yang baik di kota-kota Amerika. Kualitas udara memainkan peran penting dalam kesehatan dan kehidupan yang berkelanjutan. American College of Sports Medicine (ACSM) mengakui hal ini, itulah sebabnya untuk peringkat 2019 American Fitness Index, ACSM menambahkan kualitas udara sebagai indikator lingkungan kesehatan kota. 

Indeks kualitas udara tahunan menilai 100 area metropolitan terbesar di Amerika Serikat. Kota-kota dievaluasi, kemudian diberi peringkat dari skor tertinggi ke skor terendah. Indeks ini adalah alat yang berguna untuk membandingkan kualitas udara dari 100 kota ini. Itu dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku sehat penduduk kota, populasi penduduk dengan penyakit kronis, serta infrastruktur masyarakat. Pada gilirannya, peringkat tersebut memberikan wawasan tentang keselamatan kualitas udara yang dapat membantu menginstruksikan para pembuat kebijakan kota, manajemen infrastruktur dan arahan pemerintah.

Baca Lainnya : Ganjil Genap Diperluas, Efektifkah Kurangi Polusi Udara di Jakarta

Menurut ACSM untuk indeks kualitas udara 2019, ini adalah 10 wilayah metropolitan terburuk dengan kualitas udara buruk, atau polusi udara. Mereka masing-masing memiliki tingkat polusi ozon atau partikel yang tidak sehat:

  1. Long Beach, California
  2. Los Angeles, California
  3. Gilbert, Arizona
  4. Phoenix, Arizona
  5. Scottsdale, Arizona
  6. Chandler, Arizona
  7. Mesa, Arizona
  8. Glendale, Arizona
  9. Riverside, California
  10. Bakersfield, California

Apa yang menentukan kualitas udara? Geografi dan cuaca adalah agen alami yang memengaruhi kualitas udara. Tetapi elemen buatan manusia - termasuk penggunaan kendaraan bermotor ditambah emisi industri - khususnya memengaruhi kualitas udara. Faktanya, dua polutan yang paling umum adalah ozon dan partikel, seperti jelaga dari kebakaran hutan.

Paparan polutan dan racun di udara merupakan predisposisi suatu daerah atau populasi suatu daerah terhadap penyakit. Ini termasuk kerusakan kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke), sesak napas, asma, penyakit paru obstruktif kronis, mengi, batuk, kerentanan terhadap infeksi, bahkan alergi - yang semuanya dapat dipengaruhi oleh polusi udara.

Peringkat tahunan menunjukkan pemantauan kualitas udara yang konsisten, yang merupakan hal yang positif. Jenis pemantauan ini dapat memberi tahu lembaga, seperti Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), sehingga perlindungan utama dan penegakannya dapat diberlakukan. [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: