Studi Temukan 4 Miliar Bit Mikroplastik di Tampa Bay

TrubusLife
Ayu E Setyowati | Followers 0
20 Sep 2019   21:30

Komentar
Studi Temukan 4 Miliar Bit Mikroplastik di Tampa Bay

Ilmuan titemukan 4 miliar bit mikroplastik di Tampa Bay. (The Weather Channel)

Trubus.id -- Setidaknya ada 4 miliar bit mikroplastik mengambang di Tampa Bay, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Marine Pollution Bulletin. Mungkin sulit untuk menghitung seberapa banyak polusi yang ada di suatu tempat, karena menyebar di mana-mana. Tetapi studi oleh para peneliti Florida tampaknya memberikan angka yang mengerikan untuk pelabuhan khusus ini.

Para peneliti di Universitas South Florida St Petersburg dan Eckerd College mengumpulkan sampel air dari Tampa Bay selama rentang 14 bulan, kadang-kadang menggunakan jaring yang biasanya digunakan untuk menangkap plankton terkecil. Karena mereka menemukan rata-rata satu partikel mikroplastik per setiap liter, mereka menghitung bahwa seluruh teluk memiliki setidaknya 4 miliar partikel. Dan di dalam endapan teluk, mungkin ada setidaknya 3 miliar partikel. Bahkan angka-angka ini mungkin dianggap remeh, penulis mengingatkan, mengingat bahwa mereka tidak mengumpulkan sampel dari permukaan air, yang mungkin mengandung lebih banyak plastik apung seperti styrofoam.

Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik di mana pun mereka mencari, bahkan di tempat-tempat yang jauh seperti Kutub Utara. Tetapi para peneliti mengatakan bahwa mereka adalah orang pertama yang secara khusus melihat Tampa Bay.

"Ini adalah studi yang sangat penting karena ini adalah yang pertama untuk wilayah kami dan menunjukkan tingkat masalahnya," kata studi Henry Alegria, seorang ilmuwan lingkungan di Universitas South Florida St. Petersburg, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh universitas.

Mikroplastik didefinisikan sebagai bit plastik yang panjangnya 5 milimeter atau lebih kecil. Meskipun banyak plastik mikro terbentuk ketika rongsokan plastik yang lebih besar mulai mengurai, sumber yang paling umum dalam penelitian ini adalah dari serat yang kemungkinan berasal dari tali pancing, jaring, dan pakaian sintetis. Serat pakaian, Alegria dan timnya curiga, kemungkinan berasal dari air binatu (laundry) yang melewati fasilitas air limbah ke teluk.

Pada titik ini, kita memang masih belum sepenuhnya yakin seberapa berbahayanya plastik ini bagi kesehatan manusia. Tetapi dicurigai bahwa polutan ini merusak kehidupan laut. Dan saat ini, tidak ada cara realistis untuk mengurangi risiko mikroplastik yang ada di air dan bahkan udara kita.

"Plastik ini akan tetap berada di teluk dan lautan selama lebih dari seumur hidup, sementara kita menggunakan sebagian besar kantong plastik dan botol kurang dari satu jam," kata pemimpin penulis David Hastings, seorang profesor ilmu kelautan, dalam rilisnya." 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 21 Sep 2019 - 10:34

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kun

Artikel Terkait

Kemana Perginya Serangga Selama Musim Dingin?

Thomas Aquinus   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: