Menyusul, Irlandia Akhirnya Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai 

TrubusLife
Ayu E Setyowati | Followers 0
20 Sep 2019   15:30

Komentar
Menyusul, Irlandia Akhirnya Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai 

Ilustrasi sampah plastik sekali pakai. (Food Navigator Asia)

Trubus.id -- Setelah rencana tanam 22 juta pohon per tahun untuk  perangi perubahan iklim, Irlandia baru-baru ini merombak sektor limbahnya dengan mengumumkan larangan penggunaan plastik sekali pakai, termasuk peralatan makan, sedotan, gelas, wadah makanan, dan cotton bud. Inisiatif ini juga menyerukan untuk menggandakan bahan daur ulang dan sedang mempertimbangkan pajak retribusi baru untuk plastik yang tidak dapat didaur ulang, seperti yang ditemukan dalam kemasan makanan di toko bahan makanan.

Richard Bruton, Menteri Komunikasi, Aksi Iklim dan Lingkungan, menjelaskan bahwa kebijakan baru tersebut adalah bagian dari kampanye aksi iklim pemerintah Irlandia yang ditingkatkan untuk menghilangkan kemasan yang tidak perlu, mengurangi limbah makanan hingga 50 persen, meningkatkan daur ulang plastik hingga 60 persen dan memotong pembuangan TPA 60 persen.

Baca Lainnya : Bandara San Francisco Keluarkan Larangan Penuh Penggunaan Botol Plastik

Dalam beberapa tahun terakhir, polusi plastik sekali pakai telah meroket, mendorong laporan suram yang memproyeksikan Bumi tahun 2050 di mana lautan kita dipenuhi lebih banyak plastik daripada ikan. Banyak orang menyadari urgensi, dan pejabat pemerintah ditekan untuk mengatasi dilema sampah plastik. Dengan demikian, Uni Eropa telah mengusulkan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai - dan Irlandia adalah anggota UE terbaru yang bergabung.

Bahwa kampanye untuk menghapus plastik sekali pakai telah dilakukan di Emerald Isle adalah langkah besar ke arah yang benar. Hingga saat ini, diperkirakan bahwa setiap orang di Irlandia setiap tahunnya menghasilkan lebih dari 180 kilogram kemasan sampah, yang mana 59 kilogramnya adalah plastik, dan statistik per kapita ini di atas rata-rata UE. Menerapkan larangan penggunaan plastik sekali pakai ini diharapkan akan membawa hasil yang menjanjikan bagi perang berkelanjutan Irlandia terhadap polusi plastik.

Bruton berkata, “Tujuh puluh persen limbah makanan dapat dihindari, setengah dari bahan yang kita gunakan tidak dipisahkan dengan benar, dua pertiga dari plastik yang digunakan tidak ada dalam daftar daur ulang dan label yang membingungkan."

Untuk sektor-sektor yang tidak dapat dengan mudah mematuhi larangan tersebut, pajak lingkungan yang berat harus dibayarkan. Pungutan pajak ini adalah langkah lebih lanjut yang dirancang untuk mencegah meluasnya penggunaan plastik sekali pakai, terutama yang tidak dapat didaur ulang.

Baca Lainnya : Usai Sampahnya Dikembalikan Filipina, Kanada Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Pendukung konservasi dan ekologi mendukung larangan Irlandia, membenarkan bahwa konsumsi plastik harus dikurangi untuk melindungi lingkungan. Pendukung juga menjunjung tinggi bahwa biaya pajak tambahan harus mencerminkan dampak buruk plastik sekali pakai terhadap lingkungan.

Tentu saja, masalahnya bukan tanpa kritik, beberapa di antaranya mengklaim pajak tidak akan banyak membantu meringankan kondisi lingkungan tetapi sebaliknya akan secara tidak proporsional mempengaruhi konsumen berpenghasilan rendah.

Meskipun demikian, para optimis menegaskan bahwa larangan Irlandia terhadap limbah plastik akan memobilisasi perubahan dalam perilaku industri, bisnis dan konsumen yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada Irlandia yang lebih bersih dan lebih hijau, mungkin membawa negara lebih dekat ke cita-cita Emerald Isle yang berkelanjutan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: