Tips Grafting Anggur dengan Manfaatkan Madu Sebagai ZPT Akar

TrubusLife
Syahroni
20 Sep 2019   07:00 WIB

Komentar
Tips Grafting Anggur dengan Manfaatkan Madu Sebagai ZPT Akar

Teknik grafting dengan pamanfaatan madu sebagai ZPT karya Yatno Gondrong sempat menyabet penghargaan dalam ajang 'Temu Karya' tingkat Provinsi DKI Jakarta. (Trubus.id/ M Iman Putra Perkasa)

Trubus.id -- Penyambungan atau grafting, merupakan salah satu metode untuk perbanyakan tanaman secara vegetatif. Beberapa jenis penyambungan antara lain, penempelan mata tunas (okulasi), penyambungan batang, penyambungan pucuk, dan lainnya.

Pada tanaman anggur, penyambungan dilakukan dengan tujuan antara lain untuk memperoleh tanaman dengan vigor yang baik, meningkatkan produksi, ketahanan terhadap penyakit akar, mendapatkan beberapa jenis anggur dengan satu jenis batang bawah, tahan terhadap kondisi iklim, serta mempercepat proses pembuahan.

Yatno Gondrong, petugas PPSU Kelurahan Malaka Sari sekaligus pengelola tempat pembibitan anggur 'Kebun Imut Si Nakal' di Jalan Malaka II, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur punya inovasi tersendiri untuk menerapkan teknik grafting ini. Ia memanfaatkan madu sebagai Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) akar pada roostock atau batang bawah yang sudah di sambung dengan entres atau batang atas dari varietas anggur impor.

Baca Lainnya : Yatno Gondrong, Sulap Tempat Pembuangan Sampah jadi Kebun Anggur yang Indah

Dengan inovasinya itu, Yatno yang mewakili petani binaan Sudin KPKP Jakarta Timur berhasil menjuarai ajang Temu Karya tingkat Provinsi DKI Jakarta belum lama ini.  

Kepada Trubus.id, Yatno memaparkan teknik grafting dengan pamanfaatan madu sebagai ZPT yang mengharumkan namanya itu.

"Untuk bisa tumbuh di Indonesia, khususnya di Jakarta, tanaman anggur butuh batang bawah yang sudah adaptif, makanya kita pakai batang bawah anggur lokal. Kemudian digrafting dengan pucuk anggur impor yang rajin berbuah dan manis rasanya," terang Yatno.

Sebagai langkah awal, Yatno menerangkan, hal yang perlu disediakan adalah batang bawah atau rootstock dari batang anggur lokal yang sudah adaptif dengan iklim Indonesia. Kemudian dibutuhkan entres atau batang atas dari varietas anggur impor. 

Setelah itu, langkah yang harus dilakukan adalah dengan menyambung atau grafting entres dan rootstock. Daerah sambungan dan mata tunas kemudian ditutup plastik agar tidak terkena air untuk mencegah kebusukan.

Baca Lainnya : Peneliti: Gen Tanaman Bertanggung Jawab Atas Perbedaan Rasa Anggur yang Dihasilkan

Terakhir sebelum ditancam di media tanam yang terbuat dari sekam mentah, kotoran hewan dan tanah dengan perbandingan 1;1;1, rootstock lebih dulu direndam dengan ZPT temuannya. 

"Jadi pengaplikasiannya, 2 sendok madu dicampur air sebanyak 200 mililiter. Jadi pengaplikasian madu ini memang cukup tipis-tipis saja. Kemudian direndam selama 2 jam rootstocknya," terang Yatno lagi.

Setelah proses selesai, bibit anggur disimpan ditempat sejuk tanpa terkena sinar matahari langsung. Setelah tunas tumbuh subur dan akar keluar, baru bibit anggur ini bisa diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Dengan inovasi ini, kini Yatno memiliki beragam jenis anggur impor di Kebun Imut Si Nakal yang ia kelola. Total ada 60 jenis anggur yang tersedia di kebunnya. Harga jual bibit anggur hasil grafting dengan pengaplikasian madu sebagai ZPT karyanya pun mudah berbuah. 

Bagaimana Trubus Mania, tertarik mencoba? 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: