Ilmuwan Berhasil Ciptakan Embrio untuk Selamatkan Badak Putih Utara dari Kepunahan

TrubusLife
Syahroni
12 Sep 2019   21:00 WIB

Komentar
Ilmuwan Berhasil Ciptakan Embrio untuk Selamatkan Badak Putih Utara dari Kepunahan

Najin (kiri) dan Fatu, dua badak putih utara terakhir di planet ini. (Doc/ Ol Pejeta Conservancy)

Trubus.id -- Para ilmuwan akhirnya berhasil menciptakan dua embrio dari badak putih utara. Raihan ini sangat penting mengingat upaya krusial dalam menyelamatkan satwa langka ini dari kepunahan.

Dua badak putih utara terakhir yang tersisa di seluruh dunia adalah Fatu dan Najin. Kedua betina tersebut kini menghuni Ol Pejeta Conservancy di Kenya. Jantan badak putih utara terakhir, Sudan, meninggal tahun lalu. Karena itu muncul kekhawatiran bahwa subspesies itu sudah bisa dipastikan punah, jika saja Fatu dan Najin tidak bisa mengandung.

Dalam secercah harapan baru, para ilmuwan mengumumkan Rabu (12/9) bahwa mereka berhasil membuahi embrio in-vitro yang dikumpulkan dari dua badak putih betina utara yang tersisa.

Baca Lainnya : Tim Dokter Berhasil Memanen Sel Telur dari 2 Badak Putih Utara Terakhir di Dunia

Embrio diciptakan dengan telur yang diekstraksi dari Fatu dan Najin oleh para ilmuwan internasional bulan lalu dan sperma beku dari Sudan. Dua embrio berhasil hidup, dan sekarang disimpan dalam nitrogen cair, menunggu untuk ditransfer ke ibu pengganti dalam waktu dekat, Ol Pejeta Conservancy mengatakan dalam sebuah pernyataan dilansir dari CNN.

Para ilmuwan mengumpulkan sel telur dari indung telur salah satu badak betina. (Foto: Doc/ Ol Pejeta Conservancy)

Embrio hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang untuk menghentikan kepunahan badak putih utara. Najin dan Fatu tidak dapat melakukan kehamilan sendiri, sehingga embrio kemungkinan akan dipindahkan ke badak putih betina selatan yang akan bertindak sebagai pengganti.

"Lima tahun yang lalu sepertinya produksi embrio badak putih utara adalah (a) tujuan yang hampir tidak dapat dicapai - dan hari ini kita memilikinya," kata Jan Stejskal dari Kebun Binatang Dvr Králové, tempat Najin dan Fatu dilahirkan.

Ol Pejeta Conservancy sendiri mendapatkan badak putih utara - dua jantan dan dua betina - pada 2009 dari kebun binatang di Republik Ceko. Kedua badak putih jantan utara mati, meninggalkan nasib subspesies mereka pada 2 badak betina yang tersisa. Sudan mati karena sebab alamiah pada Maret tahun lalu dan jantan lain mati pada tahun 2014. Sperma dari kedua jantan itu dibekukan secara kriogenik dengan harapan bahwa teknologi akan cukup maju untuk menggunakannya dalam reproduksi.

Baca Lainnya : Pasca Panen, Sel Telur Badak Putih Utara Berhasil Dimatangkan dan Diinseminasi

Bertahun-tahun kemudian, harapan peneliti terwujud. Telur yang dipanen diterbangkan dari Kenya ke Italia, di mana para ilmuwan di laboratorium Avantea membuahi telur secara in vitro dengan sperma dari jantan yang meninggal.

Badak menjadi sasaran para pemburu liar, didorong oleh kepercayaan di Asia bahwa tanduk mereka menyembuhkan berbagai penyakit. Para ahli mengatakan cula badak menjadi lebih menguntungkan daripada obat-obatan. Dengan hanya dua yang tersisa di seluruh dunia, ada perlombaan melawan waktu untuk mencoba mempertahankan badak putih utara.

Badak hitam barat dinyatakan punah bertahun-tahun lalu sebagai hasil perburuan liar. Kelima spesies badak yang tersisa di seluruh dunia dianggap terancam, menurut kelompok konservasi Save the Rhino. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan: