The Blob Kembali: Gelombang Panas Laut Mengendap di Pasifik

TrubusLife
Thomas Aquinus
12 Sep 2019   07:15 WIB

Komentar
The Blob Kembali: Gelombang Panas Laut Mengendap di Pasifik

Ilustrasi dampak pemanasan laut. (OPB)

Trubus.id -- Naiknya suhu laut meningkat di timur laut Pasifik, mirip dengan kondisi yang terjadi pada tahun 2015. Bisa dikatakan bahwa gelombang panas laut yang dikenal sebagai “Blob” alias "Gumpalan" telah kembali. Kali ini, kembalinya Blob di tahun 2019 adalah yang terbesar kedua terjadi di Pasifik dalam setidaknya 40 tahun. Ini mencakup 4 juta mil persegi dari Alaska ke Kanada dan sejauh Hawaii, menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional.

"Ada lintasan yang kuat seperti kejadian sebelumnya. Dengan sendirinya, ini merupakan salah satu peristiwa paling signifikan yang pernah kami saksikan." kata Andrew Leising, seorang ilmuwan penelitian di NOAA. 

Blob dinamai oleh ahli iklim negara bagian Washington dan ilmuwan Universitas Washington Nick Bond ketika gelombang panas 2015 terjadi.

Baca Lainnya : Panas Terik dan Kegerahan? Ini Dia Pilihan Tanaman Peneduh

Blob yang lebih baru muncul di area bertekanan tinggi yang ditempatkan di wilayah tersebut. Peristiwa semacam itu memaksa permukaan air hangat untuk berputar-putar lalu memungkinkan air dingin dan sehat dari bawah naik dan mengambil alih.

Tanpa proses pengadukan ini, panas permukaan dapat menumpuk dan jika tidak ada nutrisi dari air dingin di bawahnya, gelombang panas dapat mengganggu rantai makanan.

Baca Lainnya : Titik Kritis Pemanasan Global Telah Sampai dan Mulai Panaskan Amerika 

Secara keseluruhan, ini menciptakan lebih sedikit makanan untuk kehidupan laut dan memaksa hewan untuk melampaui rumah terdekat mereka untuk mencari makanan atau mati begitu saja. Makhluk bawah air bukan satu-satunya yang menderita, karena manusia yang bergantung pada kondisi fisik lautan juga terpengaruh.

Misalnya, bisnis penangkapan ikan komersial di beberapa tempat telah tutup seperti Fisheries and Oceans, Kanada, yang memiliki hak penangkapan terbatas untuk First Nations.

Para ilmuwan juga melaporkan jika Blob yang menempel di sekitarnya bisa menjadi ancaman yang lebih besar daripada tahun 2015. "Pasti ada implikasi bagi ekosistem. Ini semua masalah berapa lama berlangsung dan seberapa dalam,” tambah Bond. [Ayu/NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini untuk Singkirkan Perut Buncit 

Health & Beauty   16 Nov 2019 - 22:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: