Peneliti: Gen Tanaman Bertanggung Jawab Atas Perbedaan Rasa Anggur yang Dihasilkan

TrubusLife
Syahroni
11 Sep 2019   21:30 WIB

Komentar
Peneliti: Gen Tanaman Bertanggung Jawab Atas Perbedaan Rasa Anggur yang Dihasilkan

Proses pengolahan buah anggur menjadi wine. (Toni Zapata/Flickr)

Trubus.id -- Ketika para peneliti menguraikan genom anggur Chardonnay, mereka menemukan kejutan: anggur mewarisi jumlah gen yang berbeda dari ibu dan ayah mereka.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Nature Plants, para peneliti mempelajari varian struktural, atau perubahan kromosom, dalam genom anggur Chardonnay dan Cabernet Sauvignon untuk menentukan kesamaan genetik mereka. Masing-masing buah memiliki sekitar 37.000 gen.

“Masing-masing dari kita mewarisi satu salinan gen mereka dari ibu mereka dan satu dari ayah mereka,” kata Brandon Gaut, seorang profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Irvine, seperti dilansir dari futurity.org. 

Baca Lainnya : Kejayaan Anggur Thompson Tanpa Biji di Kavala Mulai Tergeser Varietas Baru

“Orang akan berasumsi bahwa anggur mewarisi dua salinan dari setiap gen juga, dengan satu berasal dari masing-masing dua orang tua mereka. Namun, kami menemukan hanya ada satu salinan, bukan dua, untuk 15% gen di Chardonnay, dan itu juga berlaku untuk anggur Cabernet Sauvignon. Bersama-sama, itu berarti bahwa varietas anggur berbeda ada atau tidaknya ribuan gen.” terangnya lagi.

Ia menambahkan, perbedaan genetik ini mungkin berkontribusi pada banyak perbedaan dalam rasa antara anggur yang dibuat dari varietas anggur yang berbeda. Hal itu disampaikan Dario Cantu, seorang profesor dan ketua pemeliharaan anggur dan enologi di University of California, Davis.

Perbedaan-perbedaan genetik itu pasti berkontribusi pada satu ciri penting anggur: warnanya.

Tim peneliti menunjukkan bahwa anggur merah telah bermutasi menjadi anggur putih pada beberapa kesempatan berbeda. Setiap mutasi termasuk perubahan kromosom besar yang mengubah jumlah salinan gen warna kunci. Lebih sedikit salinan gen warna menyebabkan anggur putih.

Baca Lainnya : Terdampak Perubahan Iklim, Industri Anggur di Yunani Mulai Terancam

Selain memberikan pengetahuan ilmiah utama kepada penjual anggur, temuan ini memiliki implikasi penting untuk memahami nilai gizi di antara buah dan sayuran lainnya.

Variasi struktural sebagian besar belum dieksplorasi dalam genom tanaman, tetapi Gaut mengatakan penelitian ini penting untuk memahami apa yang ada dalam buah-buahan dan sayuran yang kita makan.

"Misalnya, bahkan di antara berbagai jenis tomat pusaka, variasi struktural dapat menjelaskan perbedaan nilai gizi," katanya. 

"Memahami komposisi genetik spesies dengan lebih baik memungkinkan kami mengakses alat yang meningkatkan pemuliaan tanaman." tandasnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini untuk Singkirkan Perut Buncit 

Health & Beauty   16 Nov 2019 - 22:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: