Ini Dia! Sejarah Tulip, Bunga Nasional Turki dan Belanda

TrubusLife
Hernawan Nugroho
10 Sep 2019   09:00 WIB

Komentar
Ini Dia! Sejarah Tulip, Bunga Nasional Turki dan Belanda

Saat ini menjadi ikon negeri Belanda, tulip berasal dari Turki (flowerworld)

Trubus.id -- Bunga Tulip memang populer di negeri Kincir Angin, Belanda, bahkan menjadi salah satu ikon penting di negara tersebut. Akan tetapi, tahukah Trubus Mania, kalau bunga Tulip sebenarnya bukan dari Belanda melainkan dari Turki. Menurut informasi dari laman FlowerWorld, sejak dahulu, bunga tulip merupakan bunga nasional Turki.

Motif-motif bunga tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Turki dan Persia. Turki jugalah yang pertama kali menanam bunga tulip ini di kebun Sultan Mehmed II yang berkuasa pada tahun 1451-1481.

Baca Lainnya : Bunga Lily, Ratu Taman Nan Cantik dan Wangi Peninggalan Mitologi Yunani

Bunga Tulip pada mulanya merupakan bunga liar di daratan Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan. Karena keindahannya dan kecantikannya, bunga tulip kemudian mampu memikat Kerajaan Ottoman Turki, sehingga pada tahun 1080 mereka mulai membudidayakannya.

Nama Tulip terispirasi dari bentuk penutup kepala tradisional Turki (foto: FlowerWorld)

Kata ‘Tulip’ sendiri berasal dari kata dalam bahasa Turki, ‘Turban’. Dinamakan Turban karena bentuk bunga ini menyerupai turban (penutup kepala) yang kerap digunakan para pria Turki. Di Turki, bunga tulip dikenal dengan nama “Lale”, bahasa Persia untuk bunga lili, dan sangat dihormati pada masa Bizantium dan Ottoman hingga bisa ditemukan dalam puisi dan benda seni ribuan tahun lalu.

Masa kejayaan tulip di Turki mencapai puncaknya kala Turki dipimpin Sultan Ahmed III yang berkuasa pada 1703-1730. Masa-masa tersebut di Turki dikenal sebagai “Lale Devri” alias “Era Tulip”. Sultan Ahmed III sangat mencintai bunga ini hingga membuat aturan yang tegas bagi perdagangan bunga Turki. Siapa saja warga yang memperjual-belikan bunga tulip akan dihukum dengan cara diasingkan. Di era itu pula, harga tulip melonjak gila-gilaan.

Kebun Tulip di Istanbul Turki (foto: gettyimages)

Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama  “Those that burn the heart”, “Matchless Pearl”, “Rose of colored Glass”, “Increaser of Joy”, “Big Scarlet”, “Star of Felicity”, “Diamond Envy”, or “Light of the Mind”.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Penangkapan Ikan Besar-besaran Ganggu Rantai Makanan di Laut Bohai

Plant & Nature   14 Nov 2019 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: