Plastik Ditemukan dalam Fosil, Peneliti Sebut Kita Telah Memasuki Zaman Plastik

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
09 Sep 2019   14:00

Komentar
Plastik Ditemukan dalam Fosil, Peneliti Sebut Kita Telah Memasuki Zaman Plastik

Ilustrasi plastik (Surfer Magazine)

Trubus.id -- Sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa polusi plastik telah tersimpan dalam catatan fosil kita. Botol air, tas makan siang, dan pakaian yang dibubuhi serat mikro — selamat datang di apa yang orang sebut sebagai "zaman plastik."

Hal ini tidaklah terjadi dalam semalam karena kontaminasi telah terjadi sejak 1945. "Kecintaan kita pada plastik tertinggal dalam catatan fosil," kata ketua peneliti Jennifer Brandon di Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego.

"Kita semua belajar di sekolah tentang zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi - apakah ini akan dikenal sebagai zaman plastik?" Katanya kepada The Guardian. "Ini adalah hal yang menakutkan bagaimana generasi kita akan dikenang."

Baca Lainnya : Meski Terlihat Cantik, Mikroplastik pada Glitter Sangat Berbahaya Bagi Lingkungan

Para ahli berpikir bahwa temuan ini dapat digunakan untuk menghitung awal Anthropocene, sebuah zaman geologis yang diusulkan yang dikatakan diciptakan oleh tindakan manusia mengambil alih Bumi Pertiwi.

Studi yang sangat diteliti menunjukkan munculnya polusi plastik di sedimen dan melihat lapisan tahunan di lepas pantai California yang berasal dari tahun 1834 dan selama 70 tahun terakhir.

Partikel plastik yang ditemukan sebagian besar merupakan serat dari kain sintetis yang menunjukkan plastik bergerak secara sukarela di laut melalui air limbah.

Baca Lainnya : Bumi Kian Tercemar, Kini Hujan Plastik Turun di Pegunungan Rocky AS

The journal Science Advances menerbitkan penelitian dan mengatakan plastik mikroskopis dalam sedimen telah berlipat dua setiap 15 tahun sejak 1940-an.

Tidak sulit untuk melihat mengapa sejumlah besar plastik dikirim ke lingkungan setiap tahun dan terpecah menjadi potongan-potongan kecil, tetapi serat tidak dapat terurai secara hayati. Ini bisa mengkhawatirkan karena orang mengonsumsi setidaknya 50.000 partikel mikroplastik per tahun melalui makanan dan air.

Sementara dampaknya terhadap kesehatan masih menjadi misteri - mikroplastik yang ditemukan di mana-mana dari dasar samudra hingga gunung tertinggi - dapat melepaskan zat beracun dan dapat menembus jaringan, kata para ahli.

Wow, plastic age. [Ayu/NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Sedotan Unik Non-Plastik Berbahan Pasta

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: