Diserahkan Warga, 2 Orangutan Sumatera Kini Jalani Perawatan di Batu Mbelin

TrubusLife
Thomas Aquinus
09 Sep 2019   12:00 WIB

Komentar
Diserahkan Warga, 2 Orangutan Sumatera Kini Jalani Perawatan di Batu Mbelin

Orangutan yang diserahkan warga kini berada di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin. (Trubus.id/Kontributor RP)

Trubus.id -- Dua ekor orangutan sumatera bernama Poni dan Pandi berasal dari Aceh dengan kondisi kesehatan memburuk kini berada di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin.

Kedua satwa dengan nama latin Pongo abelii tersebut menjalani perawatan di pusat karantina yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Sumut) dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP).

Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh. Yenni Saraswati mengatakan, Poni berjenis kelamin betina diperkirakan berusia 5 tahun, diserahkan oleh warga Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur kepada BKSDA Aceh dan tim penyelamatan orangutan dari Orangutan Information Center (OIC). 

Baca Lainnya : KLHK Luncurkan Strategi Rencana Aksi dan Konservasi 2019-2029 untuk Lindungi Orang Utan, Efektifkah?

Sementara Pandi, berkelamin jantan, diperkirakan berusia di atas 30 tahun, dievakuasi BKSDA Aceh bersama tim OIC dari hutan yang terfragmentasi oleh perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Aceh. 

"Kedua orangutan tiba di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan pada 28 Agustus dan 29 Agustus 2019," kata Yenni, Senin (9/9).

Dari hasil pemeriksaan kesehatan tim medis di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan SOCP, keduanya mengalami malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang atau kurus. Terutama Pandi yang menderita anemia dan masalah pada tulang persendian. 

Orangutan di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin (Foto:Trubus.id/Kontributor RP)

"Untuk Pandi, demi mengetahui lebih rinci masalah kesehatan, dilakukan perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi tubuhnya," ucap Yenni.

Manager Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP, Arista Ketaren mengungkapkan, mereka akan melakukan yang terbaik untuk proses karantina dan rehabilitasi Poni dan Pandi. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kerja sama.

Baca Lainnya : Cegah Penembakan Orang Utan Terulang, BKSDA Aceh Dorong Polisi Razia Senapan Angin Ilegal

"Kita ucapkan terima kasih dalam memberikan informasi dan kesediaan menyerahkan kedua orangutan," ungkapnya.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi menegaskan, orangutan jenis satwa liar yang sangat terancam punah dan dilindungi. Hal ini sesuai pasal 21 ayat (2) huruf (a) JO pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

Peraturan itu berbunyi, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, dapat dijerat pidana. 

"Kami memantau Poni dan Pandi selama rehabilitasi. SOCP memberikan laporan secara berkala kepada kami sebagai bahan evaluasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat," Hotmauli menandaskan. [NN/RP]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jangan Sepele, Begini Caranya Agar Kita Tidak Kekurangan Vitamin C

Health & Beauty   14 Des 2019 - 23:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: