Penelitian Ini Ungkap Bagaimana Cara Ikan Pari Manta Bersosialisasi

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
02 Sep 2019   20:30

Komentar
Penelitian Ini Ungkap Bagaimana Cara Ikan Pari Manta Bersosialisasi

Pari Manta kerap memilih individu yang kerap dijumpainya secara rutin sebagai 'teman'nya. (Fabrice et al., PLOS One, 2012)

Trubus.id -- Pari pari biasanya suka berenang sendiri, tetapi itu tidak berarti makhluk ini penyendiri. Terlepas dari reputasi mereka sebagai ikan soliter, penelitian selama lima tahun di Indonesia menunjukkan bahwa pari manta ternyata lebih bersifat sosial daripada yang kita tahu sebelumnya.

Pari manta ray karang (Mobula alfredi) diketahui berkerumun di lokasi makan dan pembersihan, tetapi para peneliti belum pernah yakin persis mengapa. Bisa jadi ikan ini hanya tertarik ke lokasi yang sama, di mana makanan atau perlindungan dijamin. Tetapi ada penjelasan lain juga: mungkin itu karena mereka saling tertarik.

"Kami masih mengerti sedikit tentang bagaimana manta menjalani kehidupan mereka, tetapi kami tahu mereka secara sosial interaktif, dan interaksi ini tampaknya penting untuk struktur populasi mereka," kata ahli biologi kelautan, Rob Perryman dari Macquarie University di Australia.

Melacak lebih dari 500 kelompok pari manta di Taman Laut Raja Ampat di Indonesia, Perryman dan rekan-rekannya sekarang telah menggambarkan struktur sosial rahasia mereka untuk pertama kalinya.

Tidak hanya pari manta muncul untuk ikatan sosial dekat, tim mengatakan mereka secara aktif memilih untuk kelompok dengan mitra sosial yang disukai.

"Mereka secara aktif memilih untuk berkelompok dengan manta ray lain yang pada dasarnya mereka berteman, daripada secara kebetulan menabrak mereka," Perryman menjelaskan kepada ABC.

Merekam 3.400 pertemuan dengan hampir 600 manta berbeda, para peneliti menemukan dua komunitas manta rau berbeda yang tinggal di area yang sama. Salah satu kelompok sebagian besar terdiri dari perempuan, sedangkan kelompok lain adalah campuran perempuan, laki-laki, dan remaja.

Kedua kelompok ini tidak benar-benar dekat - setidaknya tidak seperti komunitas lumba-lumba atau paus - tetapi ada beberapa hubungan yang lebih kuat di antara banyak kelompok yang lebih lemah.

Di stasiun pembersih, di mana pari manta dipersiapkan oleh ikan yang lebih bersih dan ikan kecil lainnya, para peneliti terus memperhatikan kelompok yang sama. Dengan menggunakan bintik-bintik unik pada perut mereka untuk mengidentifikasi individu-individu tertentu, tim mulai mencatat di mana dan dengan siapa setiap manta ray menghabiskan waktu mereka.

"Banyak individu diamati beberapa kali di satu stasiun pembersih, tetapi jarang atau tidak sama sekali di tempat lain, menunjukkan preferensi lokasi yang kuat," catat para penulis.

"Secara umum, manta ray betina lebih mungkin ditemui di stasiun pembersih daripada jantan, sementara jantan dewasa lebih mungkin ditemui di daerah makan."

Di stasiun pembersihan, para peneliti melihat ikatan sosial yang kuat yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Ini terutama terlihat di antara pari manta betina dan dalam hubungan seks campuran, meskipun jantan remaja juga tampaknya tetap bersatu, meskipun pada tingkat yang lebih rendah.

Ketika datang ke hubungan pria dewasa, hanya ada bukti lemah untuk ikatan jangka pendek.

Temuan ini membuat para peneliti berpikir bahwa mungkin stasiun pembersihan ini adalah titik pertemuan yang berguna untuk bersosialisasi dengan individu lain.

"Mengaktifkan perilaku sosial mungkin menjadi penyebab utama kunjungan manta ray ke stasiun pembersihan, yang bertindak sebagai 'titik pertemuan sosial'," saran penulis.

"Organisasi sosial hierarkis di lokasi-lokasi ini dapat memungkinkan betina dewasa untuk berkelompok dengan mitra sosial pilihan dan sekaligus menghindari upaya kawin yang tidak diinginkan oleh jantan dewasa."

Tetapi apakah pari manta ini secara aktif mencari teman-teman mereka, atau mereka hanya berkenalan di tempat yang mereka sukai? Perryman dan rekan-rekannya telah menunjukkan bahwa ikatan sosial yang dekat ini tidak acak, tetapi itu tidak berarti mereka tidak oportunistik.

Hubungan sosial yang disorot dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal Behavioral Ecology dan Sociobiology ini tampaknya berubah-ubah dan berumur pendek dibandingkan dengan lumba-lumba dan paus, dan itu hanya didasarkan pada apa yang mereka lakukan di lokasi pembersihan dan pemberian makanan.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum kita dapat mengatakan lebih banyak tentang kehidupan rahasia pari manta, tetapi ini bukan hanya tentang keingintahuan manusia. Mencari tahu bagaimana pari manta berinteraksi satu sama lain sangat penting jika kita ingin melindungi makhluk yang sudah rentan ini dari kepunahan.

"Mengetahui bagaimana manta berinteraksi adalah penting, terutama di daerah di mana mereka rentan terhadap peningkatan wisata selam," kata Andrea Marshall, salah satu pendiri dan ilmuwan utama di Marine Megafauna Foundation.

"Meningkatnya jumlah kapal dan penyelam scuba di sekitar manta karang di Raja Ampat, khususnya di stasiun pembersihan, dapat menghancurkan struktur sosial mereka dan berdampak pada reproduksi mereka."

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 02 Sep 2019 - 13:48

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: