Perbedaan 5 Jenis Susu dan Proses Pembuatannya

TrubusLife
Thomas Aquinus
30 Agu 2019   08:00 WIB

Komentar
Perbedaan 5 Jenis Susu dan Proses Pembuatannya

Susu segar (BBC Good Food)

Trubus.id -- Semua pasti sudah tahu khasiat susu sapi bagi kesehatan. Seiring zaman, susu sapi kemudian berkembang menjadi beberapa jenis susu yang banyak dijual di pasaran. Yang saking banyaknya, kita kadang tidak tahu kandungan, manfaat dan cara yang benar mengonsumsi masing-masing jenis susu sapi tersebut. 

Berikut 5 jenis susu sapi yang beredar di pasaran berikut cara mengonsumsinya. 

1. Susu bubuk 

Susu bubuk biasanya ada di dalam produk susu untuk bayi hingga lansia. Proses pembuatannya, susu dikeringkan dalam suhu 200 derajat celcius dengan spray dryer atau roller dryer. Sayangnya, karena proses ini kandungan nutrisi di dalam susu justru hilang. Untuk menyiasatinya, maka dilakukanlah fortifikasi alias penambahan kandungan nutrisi ke dalam susu bubuk tersebut.

2. Susu UHT 

Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang diproses dengan dipanaskan dalam suhu 135 sampai 140 derajat celcius dalam waktu dua sampai empat detik saja. Susu ini merupakan salah satu jenis susu yang baik untuk dikonsumsi. Karena saat dipanaskan, yang hilang dari dalam susu hanyalah bakteri pembusuk dan patogen. Susu ini tidak mengandung pengawet sehingga hanya mampu bertahan selama enam sampai sepuluh bulan.

Meski baik untuk dikonsumsi, tetap ada batasan seberapa banyak boleh mengonsumsinya setiap hari. Batas maksimal konsumsi susu UHT pada anak-anak hanya sebesar 600 ml. Sedangkan untuk orang dewasa jumlahnya hanya sebesar 750 ml saja. Susu ini tidak disarankan bagi bayi berusia kurang dari satu tahun. 

3. Susu Sterilisasi 

Susu sterilisasi adalah susu segar yang dipanaskan dalam suhu 120 derajat celsius selama 15 menit. Proses ini akan mematikan organisme jahat, seperti yang terjadi dalam proses pembuatan susu UHT. Namun sayang, efek dari proses pemanasan tersebut tidak hanya mematikan organisme jahat tapi juga menghilangkan gizi dan beberapa bakteri baik. Tapi karena susu ini diproses secara steril, maka ia mampu bertahan lama. Bahkan jika diletakkan di luar lemari pendingin, susu sterilisasi dapat bertahan lama.

4. Susu Pasteurisasi 

Susu pasteurisasi diproses dengan cara dipanaskan dalam suhu 72 derajat celcius selama 15 detik. Saat proses tersebut berlangsung, hanya patogen yang mati, sedangkan bakteri pembusuk dapat bertahan hidup. Itu sebabnya susu jenis ini lebih cepat rusak atau basi dibandingkan dengan jenis susu yang lain. Segera habiskan susu ini terutama bila sudah membuka kemasannya.

5. Susu kental manis 

Susu kental manis dalam proses pembuatannya, susu dipanaskan dengan suhu 80 derajat celcius selama tiga jam, yang dilakukan untuk menghilangkan sebagian air yang ada di dalam susu. Setelah itu, susu dievaporasi secara bertahap supaya teksturnya menjadi kental, dengan penambahan gula yang berfungsi sebagai pemanis sekaligus pengawet.

Itu sebabnya pernah ada perdebatan bahwa kental manis tidak bisa disebut susu, karena memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi dibandingkan dengan zat gizinya. Karena itu, susu ini tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak. [Ayu/NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Serangan Migrain Sebelah Kiri Kepala, Apa Artinya, Ya?

Health & Beauty   12 Des 2019 - 12:16 WIB
Bagikan:          

Lautan Telah Kehilangan Oksigen Pada Tingkat Yang Mengkhawatirkan

Plant & Nature   12 Des 2019 - 15:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan: