Kenaikan Suhu Lingkungan Picu Meningkatnya "Rasa Lapar" Hama Jagung, Beras, dan Gandum

TrubusLife
Hernawan Nugroho
27 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Kenaikan Suhu Lingkungan Picu Meningkatnya "Rasa Lapar" Hama Jagung, Beras, dan Gandum

Gandum sangat beresiko terkena hama, seperti kutu daun (inset) yang metabolisme makin cepat akibat pemanasan iklim. (Nature)

Trubus.id -- Suhu yang merambat naik saat iklim global memanas, ternyata membuat hama yang sangat lapar itu bisa semakin lapar, dan semakin melimpah. Kerugian tanaman karena hama bisa meningkat secara signifikan.

Serangga akan "makan lebih banyak dari makan siang kita," kata Curtis Deutsch dari University of Washington di Seattle kepada Nature. Berdasarkan bagaimana panas meningkatkan metabolisme serangga dan reproduksi, ia dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa setiap derajat Celcius suhu pemanasan berarti 10 hingga 25 persen tambahan kerusakan pada gandum, jagung, dan beras.

Baca Lainnya : Ramah Lingkungan, 7 Tanaman Pestisida Ini Ampuh Usir Hama

Hama-hama itu sudah menggerogoti 8 persen jagung dan gandum dunia, dan merusak 14 persen beras, kata Deutsch. Jika rata-rata suhu global Bumi naik hanya 2 derajat di pada masa pra-panen, kerugian panen tahunan bisa mencapai sekitar 10 persen untuk jagung, 12 persen untuk gandum dan 17 persen untuk beras. Jumlah otal kerugian sekitar 213 juta ton untuk keseluruhan tiga komoditi itu.

Tidak seperti mamalia dan burung, serangga lebih reaktif kepada memanas atau dinginnya lingkungan mereka. Saat suhu menghangat, metabolismenya juga meningkat. Semakin cepat ia membakar energi, semakin serangga makan dan semakin cepat berkembang biak. Tingkat kecepatan tidak sangat berbeda di semua jenis serangga, kata Deutsch. Dalam penelitiannya, ia dan rekan-rekannya mengembangkan simulasi matematis tentang berapa banyak serangga secara keseluruhan akan meningkat, bereproduksi dan merusak butir di waktu yang lebih hangat.

Petani padi di Asia yang beriklim tropis rentan terhadap peningkatan serangan hama pada musim kemarau (foto: the Strait Times)

Serangga tropis seringkali sudah berada di dekat ambang batas toleransi suhu mereka, di mana seekor serangga harus menghadapi begitu banyak kerusakan organ akibat panas sehingga kemampuan reproduksi terganggu. Sementara itu, pada daerah beriklim sedang, di mana gandum ditanam, serangga memiliki lebih banyak peluang untuk hidup. Itu membuat gandum masa depan sangat rentan, kata Deutsch.

Baca Lainnya : Jelang Pergantian Musim, Serangan Hama Ancam Petani

Tetapi menurut temuan dari ilmuwan yang lainnya mencatat bahwa metabolisme serangga hanyalah satu dari banyak faktor yang akan mempengaruhi hasil panen di masa depan menjadi lebih baik atau lebih buruk.

"Saya tidak ingin orang-orang berpikir ini adalah kisah yang mengerikan bagai langit yang runtuh," kata Deutsch. Hama yang kelaparan itu tidak mungkin akan menggagalkan panen tanaman pangan secara keseluruhan. Namun, potensi kehilangan produksi panen dalam jumlah seberapapun akan membawa konsekuensi adanya orang-orang yang kelaparan pada suatu tempat di dunia.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Jangan Sepele, Begini Caranya Agar Kita Tidak Kekurangan Vitamin C

Health & Beauty   14 Des 2019 - 23:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: