Mulai Sekarang Perhatikan Kenampakan Es Batu Sebelum Mengonsumsinya

TrubusLife
Hernawan Nugroho
23 Agu 2019   18:00 WIB

Komentar
Mulai Sekarang Perhatikan Kenampakan Es Batu Sebelum Mengonsumsinya

Es batu yang bening pertanda dibuat dari air yang dimasak terlebih dahulu (shutterstock)

Trubus.id -- Es batu merupakan produk pelengkap yang sering disajikan bersama minuman dingin dan dianggap aman untuk dikonsumsi. Proses pembekuan terjadi bila air didinginkan di bawah 0 derajat Celcius. Air yang digunakan pun harus memenuhi standar sanitasi. Nilai sanitasi dan higienitas yang baik pada suatu makanan atau minuman adalah dengan tidak dijumpainya bakteri E. coli. Masalahnya, di masyarakat lazim penggunaan sembarang bentuk es batu untuk bahan makanan yang dikonsumsi manusia.

BPOM dalam laman daringnya menjelaskan, E. Coli digunakan sebagai parameter karena E. Coli adalah flora normal usus yang keluar bersama tinja sebagai sumber infeksi makanan dan minuman. Keberadaan bakteri pencemar mengindikasikan rendahnya kualitas es batu. Air yang digunakan untuk membuat es batu harus merupakan air minum yang tidak mengandung bakteri-bakteri penyakit.

Baca Lainnya : Sederhana Tapi Manjur, Rahasia Perawatan Wajah dengan Es Batu

Air yang tidak higienis atau tidak melalui proses perebusan, dapat menyebabkan keracunan karena bakteri yang terkandung di dalamnya. Gejala yang dapat muncul setelah konsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis adalah mual, muntah, dehidrasi, nyeri perut, dan diare.

Lalu, jika Trubus Mania sedang berada di luar rumah dan ingin minum minuman dingin dengan es batu, bagaimana cara membedakan mana es batu yang dibuat dengan air matang dan air mentah? Menurut BPOM, berikut ini adalah cara-caranya:

  1. Es batu dari air mentah berwarna putih karena masih banyak gas.
  2. Biasanya, es yang dibuat dari air mentah adalah es balok. Es ini tidak layak dikonsumsi, khususnya jika sumbernya adalah dari sungai yang tercemar.
  3. Es batu yang dibuat dari air matang akan terlihat bening karena gas di dalamnya terlepaskan ketika proses perebusan. Biasanya, es seperti ini disebut es kristal.      

Es batu dari air mentah lazim dimanfaatkan sebagai pengawet ikan segar (Foto: Health)

Meskipun begitu, Menurut Prof. Muhammad Hanafi, Guru Besar Riset Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPI) kepada Jawa Pos, warna es batu yang beredar tidak bisa otomatis menggambarkan kualitas air yang digunakan. BPOM pun mengajurkan untuk mengetahui kualitas bahan baku es tak cukup hanya dilihat kasatmata, tapi harus diuji di laboratorium.

Baca Lainnya : Infeksi Bakteri E. coli: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Jika sampai sini Trubus Mania semakin khawatir dengan es batu yang dibuat dari air mentah yang banyak beredar di pasaran, memang yang paling aman adalah mengonsumsi es batu yang dibuat sendiri di rumah dengan air matang. Jika sedang makan di restoran, lebih baik pesan air dingin yang sudah didinginkan di dalam lemari pendingin.

Jika memutuskan makan di restoran kaki lima, perhatikan apakah es batu yang digunakan adalah es balok atau bukan. Es balok yang biasanya dibuat dari air mentah sebetulnya diperuntukkan untuk mendinginkan daging, ikan, atau makanan laut lainnya, bukan untuk konsumsi manusia. Tak ada salahnya untuk waspada, Trubus Mania.

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Jangan Sepele, Begini Caranya Agar Kita Tidak Kekurangan Vitamin C

Health & Beauty   14 Des 2019 - 23:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: