Studi: Stres Kerja Penyebab Meningkatnya Kematian Dini pada Laki-laki

TrubusLife
Ayu E Setyowati | Followers 0
18 Agu 2019   22:00

Komentar
Studi: Stres Kerja Penyebab Meningkatnya Kematian Dini pada Laki-laki

Ilustrasi stress kerja kaum laki-laki. (UPI)

Trubus.id -- Polemik soal perubahan UU Ketenagakerjaan di Indonesia yang dinilai memberatkan pekerja kian membuat resah. Padahal tuntutan kerja semakin tinggi dengan alasan perubahan zaman. Hal ini tentu menimbulkan stres atau tekanan bagi kalangan pekerja. Well, stres sebenarnya merupakan hal yang sangat manusiawi dalam hidup. Tuntutan pekerjaan dan kebutuhan hidup yang signifikan, bisa jadi faktor utama pemicu stres bagi sebagian orang. 

WebMD pernah mencatat, bahwa setiap orang memiliki pemicu stres yang berbeda. Namun stres bekerja, berada di urutan teratas menurut survei yang mereka lakukan.

Sebuah penelitian besar tentang dampak kerja bagi kesehatan juga pernah dilakukan oleh The Guardian. Terungkap bahwa perbedaan dramatis dalam tingkat kematian dini antara pria dan wanita disebabkan oleh stres dalam bekerja.

Melalui penelitian tersebut, dokter telah menemukan bahwa lebih dari 68 persen mungkin mengalami kematian karena tekanan beban kerja dan terjadi pada kaum pria. Asumsi tersebut cukuplah kuat, karena para dokter telah melakukan studi tersebut selama 14 tahun.

Selain itu, para dokter juga melakukan penelitian terhadap pria yang memiliki pekerjaan baru. Pekerja pria mayoritas didiagnosis penyakit kardiometabolik, sehingga hal tersebut merupakan faktor utama yang sangat berpengaruh, terhadap dampak stres yang dapat menyebabkan kematian.

Para dokter juga menilai bahwa stres kerja yang dialami oleh setiap orang disebabkan oleh cara yang berbeda pula. Metode pertama, dilakukan untuk pekerjaan yang menuntut, tetapi ada sedikit kontrol atas tuntutan tersebut. Sedang metode kedua, dilakukan untuk orang-orang yang bekerja dan banyak melakukan usaha dalam pekerjaan mereka, namun  hanya mendapatkan imbalan kecil.

Hasilnya menunjukkan bahwa pria dengan penyakit kardiometabolik mendapatkan stres yang dapat menyebabkan perasaan kewalahan di tempat kerjanya. Hal ini sangat menyerupai orang yang merokok, bahkan konon lebih berbahaya dari penderita obesitas yang memiliki kolesterol tinggi.

Sejauh penelitian dilakukan, hal yang paling mencolok adalah dampak yang tidak proporsional pada kesehatan pria. Sedangkan pada tingkat kematian wanita, para peneliti tidak menemukan stres yang berdampak dalam kasus ini.

Bagaimana menurut Trubus Mania? 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Begini Cara Memanfaatkan Kopi untuk Kecantikan Wajah

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: