Mamalia Australia jadi Mahluk yang Pertama Punah Karena Perubahan Iklim

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
13 Agu 2019   23:00

Komentar
Mamalia Australia jadi Mahluk yang Pertama Punah Karena Perubahan Iklim

Tikus Bramble Cay Melomys telah dinyatakan punah sebagai akibat dari perubahan iklim (Wkipedia)

Trubus.id -- Seekor tikus kecil berwarna coklat yang hidup di sebuah pulau kecil di utara Australia adalah mamalia pertama di dunia yang diketahui telah punah karena "perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia," kata pemerintah negeri itu seperti dilansir dari CNN.

Melodi Bramble Cay menghuni pulau karang kecil di Great Barrier Reef, berukuran sekitar 12 hektare dan terletak di Selat Torres, antara negara bagian Queensland dan Papua Nugini.

Mamalia ini belum terlihat selama hampir 10 tahun dan pada awalnya dinyatakan punah setelah upaya konservasi "lengkap" gagal, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh University of Queensland pada 2016 silam. Temuan itu dikonfirmasi oleh pemerintah Australia beberapa waktu lalu.

Penyebab kepunahannya adalah "hampir pasti genangan laut" dari kenaikan permukaan laut selama dekade terakhir, yang telah menyebabkan "hilangnya habitat yang dramatis," menurut laporan 2016.

"Ini bukan keputusan untuk dianggap enteng," terang Geoff Richardson, asisten sekretaris untuk lingkungan dan energi, mengatakan kepada anggota Senat, atau majelis tinggi parlemen.

"Ketika sesuatu terdaftar sebagai punah, pada dasarnya berhenti untuk mendapatkan perlindungan." terangnya lagi.

Beberapa ratus hewan pengerat diyakini menduduki pulau itu pada tahun 1970-an. Namun populasi mereka dengan cepat menurun setelahnya. Pada tahun 1992, populasi telah menurun sangat tajam sehingga pemerintah negara bagian Queensland mengklasifikasikan spesies tersebut sebagai terancam punah.

Kritik terhadap upaya konservasi Australia mengatakan kepunahan melodi menyoroti kurangnya sumber daya untuk melestarikan satwa liar.

"Kepunahan Bramble Cay adalah tragedi mutlak," kata senator Partai Hijau Janet Rice, yang memimpin penyelidikan senat atas krisis kepunahan negara itu.

"Kecanduan Buruh dan Liberal terhadap batu bara adalah jaminan kematian bagi banyak hewan terancam kami yang lain," katanya, merujuk pada kebijakan penambangan partai-partai politik utama.

Jika suhu terus meningkat, hampir 8% dari semua spesies di seluruh dunia bisa punah, sebuah studi tahun 2015 oleh University of Connecticut menemukan. Australia, Selandia Baru, dan Amerika Selatan dianggap berisiko tinggi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Darah Naga yang Kini Terancam Punah

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan: