Ilmuan Buktikan Bahwa Manusia Adalah Penyebab Mencairnya Lapisan Es Antartika Barat

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
13 Agu 2019   20:30

Komentar
Ilmuan Buktikan Bahwa Manusia Adalah Penyebab Mencairnya Lapisan Es Antartika Barat

Gambaran lapisan es Getz di Antartika Barat diambil dari helikopter pada Januari 2018 setelah menggunakan radar untuk mengukur pencairan lapisan es yang digerakkan lautan. (Pierre Dutrieux)

Trubus.id -- Sebuah studi baru mengungkapkan bukti pertama tentang hubungan langsung antara pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dan pencairan Lapisan Es Antartika Barat. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh British Antartic Survey yang melibatkan Universitas Washington menemukan bahwa membatasi emisi gas rumah kaca sekarang dapat mengurangi kontribusi masa depan kawasan ini terhadap kenaikan permukaan laut global.

Hilangnya permukaan es yang sedang berlangsung di Antartika Barat telah meningkat selama beberapa dekade terakhir. Para ilmuwan sebelumnya menemukan bahwa hilangnya es di wilayah ini disebabkan oleh pencairan yang didorong oleh lautan. Selain itu, angin yang bervariasi di wilayah tersebut menyebabkan transisi antara kondisi lautan yang relatif hangat dan dingin di sekitar gletser utama. Tetapi sampai sekarang tidak jelas bagaimana variasi angin yang terjadi secara alami ini dapat menyebabkan hilangnya es yang berkelanjutan.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan AS dan Inggris yang diterbitkan 12 Agustus di Nature Geoscience menemukan bahwa selain variasi alami, yang berlangsung sekitar satu dekade, ada perubahan jangka panjang dalam angin yang dapat dikaitkan dengan aktivitas manusia. Kehilangan es yang berkelanjutan di wilayah ini dapat menyebabkan lautan global naik puluhan inci pada tahun 2100.

Baca Lainnya : Peta Baru Ini Ungkap Bagaimana Lelehan Es Mengalir dari Antartika ke Lautan

"Hasil ini memecahkan teka-teki yang sudah berlangsung lama. Kami telah mengetahui selama beberapa waktu bahwa angin yang bervariasi di dekat Lapisan Es Antartika Barat telah berkontribusi pada hilangnya es, tetapi belum jelas mengapa lapisan es berubah sekarang," kata rekan penulis Eric Steig, seorang profesor ilmu bumi dan ruang angkasa UW seperti dilansir dari Washington.edu, Selasa (13/8).

"Pekerjaan kami dengan inti es yang dibor di Lapisan Es Antartika telah menunjukkan, misalnya, bahwa kondisi angin telah serupa di masa lalu," kata Steig. "Tapi data inti es juga menunjukkan tren jangka panjang yang halus dalam angin. Temuan baru ini menguatkan bukti itu dan, lebih jauh, menjelaskan mengapa tren itu terjadi.”

Para peneliti menggabungkan pengamatan satelit dan simulasi model iklim untuk memahami bagaimana angin di atas lautan di dekat Antartika Barat telah berubah sejak 1920-an sebagai tanggapan terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca. Mereka menemukan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah menyebabkan perubahan jangka panjang pada angin, dan sebagai hasilnya, kondisi lautan yang hangat secara bertahap menjadi lebih umum.

"Dampak perubahan iklim yang disebabkan manusia pada Lapisan Es Antartika Barat tidak sederhana," kata penulis utama, Paul Holland di British Antarctic Survey. “Ini adalah bukti pertama untuk hubungan langsung antara aktivitas manusia dan hilangnya es dari Antartika Barat. Hasil penelitian kami menyiratkan bahwa kombinasi aktivitas manusia dan variasi iklim alami telah menyebabkan hilangnya es di wilayah ini, menyumbang 1,8 meter kenaikan permukaan laut per abad.” jelasnya lagi.

Baca Lainnya : Antartika Meleleh dengan Cepat dari Bawah, Ada Apa?

Penelitian sebelumnya dari Steig dan rekan penulisnya Pierre Dutrieux, asisten profesor riset di Universitas Columbia dan mantan ilmuwan penelitian UW, telah membangun hubungan antara arus laut, angin, dan Lapisan Es Antartika Barat.

"Kami tahu wilayah ini dipengaruhi oleh siklus iklim alami yang berlangsung sekitar satu dekade, tetapi ini tidak serta merta menjelaskan hilangnya es," kata Dutrieux. "Sekarang kami memiliki bukti bahwa perubahan selama satu abad mendasari siklus ini, dan itu disebabkan oleh aktivitas manusia."

Tim juga melihat simulasi model angin di masa depan, dan menemukan bahwa jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, angin akan terus bergeser dengan cara yang meningkatkan laju kehilangan es. Tetapi jika emisi gas rumah kaca dikendalikan, angin tetap dalam kondisi saat ini dan mencegah pemanasan yang lebih besar ke bagian bawah lapisan es.

Rekan penulis lainnya adalah Thomas Bracegirdle dan Adrian Jenkins di British Antarctic Survey. Penelitian ini sendiri didanai oleh Yayasan Sains Nasional A.S. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Darah Naga yang Kini Terancam Punah

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan: