Tanyakan 3 Hal Ini pada Dirimu Sebelum Mengganti Barang Lama dengan yang Baru

TrubusLife
Ayu Erning Setyowati | Followers 0
13 Agu 2019   19:00

Komentar
Tanyakan 3 Hal Ini pada Dirimu Sebelum Mengganti Barang Lama dengan yang Baru

Ilustrasi (Smart Choice)

Trubus.id -- Selain karena harga murah, atau seberapa modis dan trendi suatu barang, pernahkah Trubus Mania mempertimbangkan hal lain sebelum membelinya? Tampaknya sekarang - setelah kamu membaca artikel ini - Trubus Mania harus mulai memikirkan dampak barang-barang terhadap lingkungan sebelum membelinya. Please, pertimbangkan apakah kamu benar-benar membutuhkannya? 

Well, harus diakui, bahwa selalu ada dorongan endorphin untuk membeli barang-barang baru. Apalagi kita terpicu pada sebuah kata bernama tren. Kepribadian yang oleh anak zaman now disebut FOMO (Fear of Missing Out) alias takut ketinggalan sesuatu yang sedang happening, membuat kita menjadi konsumtif. 

Tetapi bagaimana jika kita semua berhenti dan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan sebelum membeli sesuatu? 

“Apakah saya benar-benar membutuhkannya?” 

Sebelum pergi ke toko atau berselancar di market place online untuk membeli sesuatu yang baru, kamu harus memutuskan seberapa penting rencana pembelian itu.

Jika sesuatu yang diperlukan rusak - seperti pembuka kaleng, pengering rambut, atau komputer - maka kamu pasti perlu menggantinya. Tetapi jika sesuatu hanya menua atau tidak sesuai dengan dekorasi lagi, bisa enggak sih kita tetap hidup dengan apa yang sudah kita miliki?

Baca Lainnya : 4 Inspirasi Membuat Pot Tanaman DIY dari Barang Bekas

Ketika kamu melihat sesuatu yang diinginkan, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar-benar suatu kebutuhan atau sesuatu yang kita beli dengan kemauan. Akankah T-shirt lucu lainnya hanya duduk di lemari atau bingkai hanya mengumpulkan debu di rak? Pikirkan tentang hal itu jika keinginanmu tidak begitu kuat, then save the money for something else.

“Apakah barang itu tahan lama?”

Jika kamu memutuskan untuk benar-benar perlu membeli sesuatu, maka pilihlah kualitas yang tahan lama sebisa mungkin. Melakukan smart purchase dapat menghemat uang, waktu, dan sumber daya.

Berbelanja dan lakukan riset untuk menemukan produk yang bertahan seumur hidup. Banyak barang datang dengan jaminan sementara, dan yang lain hanya mendapat sambutan hangat dari banyak penggemar karena promosinya yang menarik.

“Bisakah saya mendaur ulang barang lama? Bagaimana dengan yang baru?”

Ambil contoh Amerika. Pada 2015, orang Amerika menghasilkan hampir 262 juta ton sampah. Dari jumlah itu, sekitar 34 persen didaur ulang atau kompos, tetapi lebih dari 137 juta ton sampah itu dikirim ke tempat pembuangan sampah, menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

Jika kamu memutuskan untuk membeli sesuatu yang baru untuk menggantikan barang lama, lalu apa yang terjadi pada barang lama tersebut?

Jika masih berfungsi, kamu dapat menyumbangkannya ke toko barang bekas, memberikannya kepada teman atau anggota keluarga lain, menjualnya secara online atau menawarkannya melalui situs web berbagi.

Baca Lainnya : Jangan Menumpuk Barang, Ini 5 Cara Ramah Lingkungan untuk 'Membuang'nya

Jika tidak berhasil (atau tidak ada yang menginginkannya), jangan terlalu cepat membuangnya ke tempat sampah. kamu bisa mendaur ulang, recycle atau upcycle. Dari bra hingga kacamata, ada tempat untuk banyak barang selain tempat pembuangan sampah. Tak punya ide? Intip saja Pinterest dan Youtube. Kamu akan belajar kreatif di sana, dan dijamin ketagihan. 

Pengelolaan bahan yang berkelanjutan membutuhkan pemikiran di luar pemborosan dan berfokus pada siklus hidup suatu produk, sejak produk diproduksi, digunakan, digunakan kembali, dan pada akhirnya didaur ulang atau dibuang. [Ayu/NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Setop Hitung Kalori Saat Berdiet

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: