Kalangan Medis Tegaskan Penderita Kanker Payudara Tetap Diobati Secara Medis, Ini Alasannya

TrubusLife
Hernawan Nugroho | Followers 0
13 Agu 2019   18:00

Komentar
Kalangan Medis Tegaskan Penderita Kanker Payudara Tetap Diobati Secara Medis, Ini Alasannya

Gunakan obat herbal sebatas untuk upaya pencegahan kanker payudara, untuk pengobatan harus lewat medis. (shutterstock)

Trubus.id -- Beberapa hari ini warga jagad maya ramai membicarakan kabar mengenai dua siswa asal SMA Negeri Palangka Raya, yang meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan yang disebut menemukan obat penyembuh kanker dari akar tumbuhan Bajakah (tumbuhan khas Kalimantan Tengah) yang dibubukkan.

Ketika bubuk Bajakah diuji cobakan ke tikus, Anggina dan Aysa (nama kedua siswa itu-Red) menemukan bahwa sel tumor bisa menghilang dalam waktu dua minggu. Namun, bagaimana tanggapan dunia medis mengenai kabar ini: Apakah "obat baru" itu bisa langsung dipakai sebagai alternatif penyembuh? Trubus Mania, berikut ini penjelasannya.

Profesor Dr Sci Muhammad Hanafi, peneliti utama pada Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam kanal berita pada laman LIPI, mengatakan bahwa betapa sulit, mahal dan lama waktu yang mereka butuhkan dalam meluncurkan sebuah obat untuk kepentingan umat manusia.

Baca Lainnya : Hati-hati, Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Bagi produsen obat-obatan, menciptakan obat baru adalah proses yang panjang dan membutuhkan ketelitian, dan banyak dari penelitian tersebut tidak sampai ke tangan pasien. Dalam penelitian untuk obat baru, perhatian utamanya adalah keamanan pasien. Hal itu bisa memakan waktu 15 tahun proses dari laboratorium penelitian hingga menerima persetujuan dari pemerintah. 

Menurut dr. Rizal Fadli, pengajar di Universitas Sumatera Utara dalam Jurnal USU, tahapan dimulai dari mempersempit jumlah senyawa pada bahan baku yang tepat dengan pengujian lebih lanjut, untuk mendapatkan senyawa utama. Senyawa utama mungkin perlu di kembangkan dan memodifikasinya menggunakan zat kimia.

Idealnya dicari senyawa yang memenuhi kriteria:

  1. Secara selektif tepat sasaran pada proses penyakit.
  2. Dapat diserap dengan aman oleh tubuh.
  3. Meraih titik yang tepat dalam tubuh untuk menemukan target.
  4. Cukup lama berada di dalam sistem untuk melihat efeknya.
  5. Dapat diproduksi untuk persiapan penggunaan yang stabil.
  6. Memiliki sedikit efek samping.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Setop Hitung Kalori Saat Berdiet

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: