Begini Cara Bulan Memengaruhi Pola Tidur Kita

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
12 Agu 2019   08:00

Komentar
Begini Cara Bulan Memengaruhi Pola Tidur Kita

Ilustrasi tidur (Shutterstock)

Trubus.id -- Banyak orang mengatakan bulan purnama membuat mereka tetap terjaga atau mencegah mereka mencapai tidur yang lebih dalam. Bagaimana dengan Trubus Mania? Sebuah makalah penelitian dalam jurnal Current Biology mendukung pernyataan tersebut. Dalam sebuah penelitian kecil terhadap 33 orang, peneliti menemukan bahwa fase bulan memang memengaruhi tidur.

Selama tiga setengah hari, subjek penelitian, usia 20 hingga 74 tahun, bermalam di laboratorium, tempat kadar hormon dan pola tidur mereka dilacak.

"Kami menemukan bahwa saat bulan purnama, aktivitas delta electroencephalogram (EEG) selama tidur NREM, indikator tidur nyenyak, menurun 30%, waktu tertidur meningkat 5 menit, dan total durasi tidur yang dinilai EEG berkurang 20 menit "Perubahan ini dikaitkan dengan penurunan kualitas tidur subjektif dan berkurangnya kadar melatonin endogen," catat para penulis penelitian.

Baca Lainnya : Begini Pengaruh Cahaya Bulan Terhadap Kehidupan Binatang dan Tanaman

Bukan karena cahaya (brightness)

Mengetahui bahwa lampu jalan yang terang dapat membuat orang tetap terjaga, kita mungkin menduga bahwa bulan purnama akan memiliki efek yang sama. Tetapi bagian yang paling menarik dari penelitian ini adalah gangguan tidur yang terkait dengan fase bulan tampaknya tidak ada hubungannya dengan cahaya bulan.

Faktanya, selama penelitian, kecerahan bulan bukanlah faktor sama sekali. Subjek uji menghabiskan waktu mereka di ruangan tanpa jendela, dan bahkan tidak tahu bahwa data yang dikumpulkan akan ada hubungannya dengan fase bulan. (Dengan begitu, persepsi atau kepercayaan pribadi tentang pengaruh bulan pada tidur mereka dapat diminimalkan.)

"Kami memiliki bukti bahwa jarak ke fase bulan purnama terdekat secara signifikan memengaruhi tingkat tidur manusia dan kadar melatonin malam hari ketika diukur dalam kondisi laboratorium yang dikontrol ketat, di mana faktor-faktor seperti persepsi pribadi tentang cahaya dan bulan dapat dikecualikan," tulis para penulis.

Baca Lainnya : Setelah 60 Tahun, Misteri Bulan Punya Mantel Terpecahkan Juga

Daya tarik bulan

Bagaimana tubuh bereaksi terhadap sesuatu yang bahkan tidak terlihat? Satu teori adalah bahwa itu adalah peninggalan dari masa lalu evolusi kita. Kita tahu bahwa siklus sirkadian dan reproduksi beberapa spesies terikat pada bulan, sehingga otak manusia mungkin memiliki beberapa versi sifat itu juga.

"Kami tidak tahu apakah manusia masih memilikinya dan mengapa," kata Christian Cajochen dari Rumah Sakit Psikiatri Universitas Basel di Swiss, pemimpin penulis penelitian tersebut, kepada CNN.

Efek ini mungkin bervariasi antara pria dan wanita juga, kata sebuah studi yang dilakukan di Surrey, Inggris. Dalam studi itu, 205 orang dilacak saat mereka tidur (juga di kamar tanpa jendela) selama siklus bulan. "Analisis terpisah untuk pria dan wanita menunjukkan bahwa pada total waktu tidur wanita, tidur Tahap 4 dan tidur REM berkurang ketika waktu tidur terjadi dekat dengan bulan purnama, sedangkan pada pria durasi REM meningkat sekitar bulan purnama," tulis para penulis studi tersebut.

Tidak ada penelitian yang melihat pengaruh usia atau kondisi lain pada kualitas tidur karena terikat pada bulan, jadi masih banyak yang harus dipelajari. Untuk memahami fenomena ini, para ilmuwan perlu mengumpulkan lebih banyak data dari lebih banyak orang dalam periode waktu yang lebih lama.

Sementara itu, jika Trubus Mania ingin melakukan eksplorasi yang tidak ilmiah dari pola tidur sendiri, berikut adalah bulan-bulan penuh (purnama) yang tersisa di tahun 2019:

  • 15 Agustus: Sturgeon Moon
  • 14 September: Harvest Moon
  • 13 Oktober: Hunter's Moon
  • 12 November: Beaver Moon
  • 12 Desember: Cold Moon [Ayu/NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 12 Agu 2019 - 12:52

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Darah Naga yang Kini Terancam Punah

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan: