Obat Malaria Tidak Mempan, Ilmuwan Peringatkan Darurat Kesehatan Dunia

TrubusLife
Thomas Aquinus
11 Agu 2019   06:00 WIB

Komentar
Obat Malaria Tidak Mempan, Ilmuwan Peringatkan Darurat Kesehatan Dunia

Ilustrasi (ox.ac.uk)

Trubus.id -- Di beberapa bagian Asia Tenggara, obat yang paling manjur untuk mengobati malaria menjadi tidak mempan kecuali ada tindakan cepat. Para ilmuwan memperingatkan, keadaan tersebut bisa mengarah pada darurat kesehatan dunia.

Para peneliti dari Universitas Mahidol Thailand dan Universitas Oxford Inggris yang menulis dalam jurnal Lancet mengatakan, parasit yang membawa malaria tersebut mengembangkan kekebalan terhadap kombinasi obat penting di berbagai wilayah di Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam.

Laporan itu memperingatkan, parasit Plasmodium falciparum yang menyebabkan malaria paling mematikan bagi manusia menjadi kebal terhadap obat pilihan utama, DHA-piperaquine di beberapa bagian Asia Tenggara, dengan tingkat kegagalan 50 persen atau lebih.

Baca Lainnya : Parasit Malaria Makin Kebal Terhadap Obat

Situasi tersebut sangat kritis sehingga para ilmuwan mengatakan, pengobatan tidak boleh digunakan di Kamboja, Vietnam dan Thailand timur laut, karena tidak manjur dan memicu peningkatan penularan malaria. Pengobatan baru harus dipertimbangkan, kata Sterghios Moschos dari University of Northumbria.

“Mungkin sudah tiba waktunya untuk menjajaki apakah kita harus menggabungkan berbagai jenis obat baru. Sehingga, ketika masalah semakin besar, ada pemecahan yang berpotensi pada tingkat multi-obat,” ujar Moschos.

Laporan itu mengungkapkan, bahwa tindakan mendesak diperlukan untuk memberantas malaria falciparum dari wilayah tersebut. Jika tidak, parasit yang kebal bisa menyebar ke bagian lain di Asia dan Afrika, sehingga berpotensi menyebabkan darurat kesehatan dunia.

"Yang diperlukan hanyalah satu kapal yang ditumpangi oleh orang-orang yang terinfeksi, atau genangan air di mana nyamuk berada, masuk ke Afrika dan kemudian parasit itu perlahan-lahan berkembang biak,” katanya.

Baca Lainnya : Menkes Apresiasi Maluku Utara yang Berhasil Turunkan Angka Malaria

“Namun skenario yang mungkin terjadi adalah peningkatan layanan kesehatan sehari-hari di Afrika yang akan memberikan peluang bagi parasit untuk mengembangkan kekebalannya,”ujarnya dilansir dari VoaIndonesia.

Sejak 2014, kemajuan dunia melawan malaria telah terhenti. Diperkirakan ada 219 juta kasus dan 435.000 kematian terkait malaria tahun 2017, kebanyakan dari mereka anak-anak di bawah usia lima tahun di sub-Sahara Afrika. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hati-Hati, 8 Penyakit Ini Ditandai dengan Keringat Dingin

Health & Beauty   19 Jan 2020 - 17:35 WIB
Bagikan: