Tak Hanya jadi Sampah, Puntung Rokok juga Mengancam Pertumbuhan Tanaman

TrubusLife
Syahroni
06 Agu 2019   21:30 WIB

Komentar
Tak Hanya jadi Sampah, Puntung Rokok juga Mengancam Pertumbuhan Tanaman

Puntung rokok dapat mengurangi perkecambahan tanaman. (Paweł Czerwiński/Unsplash)

Trubus.id -- Puntung rokok yang tersisa di rumput dan tanah dapat membahayakan pertumbuhan tanaman di dekatnya, menurut sebuah studi baru. Studi yang dipimpin oleh Universitas Anglia Ruskin di Cambridge, Inggris menemukan bahwa puntung rokok dapat mengurangi perkecambahan, atau perkembangan tanaman.

Temuan ini tentunya menambah kekhawatiran tentang sisa-sisa rokok yang dibuang sebagai polutan yang kurang diakui, tetapi tersebar luas.

Puntung rokok mengurangi keberhasilan perkecambahan rumput sebesar 10 persen dan semanggi sebesar 27 persen, dan panjang tunas masing-masing sebesar 13 persen dan 28 persen, menurut penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety seperti dilansir dari Science Alert.

Meskipun sedotan plastik telah mendominasi percakapan bagi mereka yang ingin mengurangi polutan, puntung rokok adalah kontaminan buatan manusia yang paling luas. BBC melaporkan bahwa penelitian itu mengatakan sekitar 4,5 triliun puntung berserakan secara global setiap tahun. Meskipun sulit untuk menentukan jumlah rokok yang dibuang, perkiraan berasal dari 5,6 triliun rokok yang diproduksi di seluruh dunia setiap tahun, yang sebagian besar dibuang dengan tidak bertanggung jawab, menurut NBC News.

Bahan umum dalam filter yang mengeja bahaya bagi lingkungan datang dalam bentuk selulosa asetat, sejenis plastik yang membutuhkan setidaknya satu dekade untuk terurai. Para peneliti dilaporkan mengambil sampel di dalam kota Cambridge, termasuk beberapa lokasi yang memiliki 128 puntung rokok yang dibuang per meter persegi. Studi ini dilaporkan tidak menemukan perbedaan antara kerusakan yang disebabkan oleh rokok yang dihisap dan rokok yang tidak merokok.

Karena bahaya rokok yang melekat pada lingkungan yang merupakan tambahan dari asap yang dihasilkannya, beberapa aktivis lingkungan telah mendorong agar adanya pelarangan penggunaan filter rokok di seluruh penjuru dunia. Karena filter pada rokok tidak memberikan manfaat kesehatan apa pun dan bertindak secara eksklusif sebagai "alat pemasaran," filter tersebut harus dilarang untuk mengurangi bahaya terhadap lingkungan, terang Thomas Novotny, seorang profesor kesehatan masyarakat di San Diego State University mengatakan kepada NBC News. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: