Penyakit Berat Akibat Kenaikan Asam Lambung Kronis yang Disepelekan

TrubusLife
Hernawan Nugroho | Followers 0
05 Agu 2019   20:00

Komentar
Penyakit Berat Akibat Kenaikan Asam Lambung Kronis yang Disepelekan

Kenaikan asam lambung kronis berpotensi menimbulkan kanker kerongkongan (Shutterstock)

Trubus.id -- Jangan disepelekan ketika memiliki keluhan kenaikan asam lambung dalam waktu lama yang kerap kali hilang dan kambuh. Kondisi itu dapat menimbulkan bahaya dan mengarah pada kondisi medis lain yang lebih serius. Menurut Journal of Health Sciences, berikut kemungkinan masalah serus yang akan muncul jika asam lambung telah ada dalam waktu lama, dan tidak diobati dengan tepat:

1. Striktur kerongkongan (esofagus)

Striktur esofagus atau kerongkongan adalah rusaknya lapisan kerongkongan, karena mengalami iritasi akibat peningkatan asam lambung. Kerusakan tersebut  berdampak pada pembentukan jaringan parut, sehingga membuat rongga kerongkongan menyempit. Masalah yang ditimbulkan mulai dari sakit saat menelan, susah menelan, meningkatkan kemungkinan tersedak, hingga makanan sulit untuk masuk ke dalam sistem pencernaan.

Baca lainnya: Penting, Kenali Makanan dan Buah yang Aman Dikonsumsi untuk Penderita Asam Lambung

2. Esofagitis 

Esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan, sebagai komplikasi dari kenaikan asam lambung yang sudah tergolong parah. Peradangan itu mengakibatkan timbulnya perdarahan, luka, dan iritasi pada kerongkongan sehingga kerongkongan menyempit. Penderita akan merasakan nyeri atau sakit saat menelan makanan, bahkan makanan mungkin saja tersangkut di kerongkongan.

3. Barret esophagus

Barret esophagus adalah kondisi ketika sel pada lapisan kerongkongan rusak akibat bahaya dari kenaikan asam lambung yang berlangsung terus-menerus. Alhasil, lapisan kerongkongan rusak dan berubah menyerupai serangkaian sel yang melapisi dinding usus di sistem pencernaan. 

Semua orang yang mengalami asam lambung kronis sebenarnya memiliki risiko dan bahaya yang sama untuk berkembang menjadi barret esophagus. Hanya saja, kebanyakan kasusnya biasanya terjadi pada kelompok lansia, dan khususnya pria ketimbang wanita. Dalam beberapa kasus tertentu, barrret esophagus bisa berkembang menjadi kanker esofagus (kerongkongan). 

Baca lainnya: 6 Manfaat Daun Pacar, Dari Atasi Sakit Perut Hingga Mengobati Asam Lambung

4. Kanker kerongkongan

Awal kemunculan kanker kerongkongan biasanya dimulai dari sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan yang tumbuh tak terkendali. Salah satu alasan kuat penyebab kanker kerongkongan yang cukup bahaya yakni ketika Anda memiliki refluks asam lambung kronis (munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan).

Resiko kanker kerongkongan semakin meningkat pada penderita berret esophagus. Gejalanya yaitu sulit menelan, berat bada turun tanpa sebab, nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), batuk dan suara serak. Penderita berret esophagus sangat disarankan bertanya kepada dokter lebih lanjut karena awal munculnya kanker ini sering tidak menunjukkan gejala yang spesifik. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: