Polusi Cahaya, Bimasakti Pun Enggan Nampak

TrubusLife
Hernawan Nugroho
01 Agu 2019   19:00 WIB

Komentar
Polusi Cahaya, Bimasakti Pun Enggan Nampak

Skyglow adalah salah satu biang polusi cahaya di perkotaan (Sciencedaily)

Trubus.id -- 100 tahun yang lalu orang masih dapat melihatnya dengan mata telanjang, demikian seperti yang diinfotmasikan oleh Darksky.org. Di zaman dahulu, beberapa peradaban menyebut galaksi bimasakti sebagai tulang punggung malam, bahkan di era filosofi Yunani, galaksi bimasakti dipercaya sebagai air susu Dewi Hera yang tumpah, itulah mengapa galaksi ini diberi nama Milky Way.

Sejatinya sampai saat inipun galaksi bimasakti tetap ada di langit malam, begitu pula bintang-bintang. Hanya saja, saat ini mereka tidak lagi bisa menghiasi langit seperti 100 tahun yang lalu. Bukti bahwa bintang sebenarnya selalu ada, adalah munculnya bintang saat kita pergi ke suatu area tertentu yang cukup gelap & tidak terjamah cahaya. Meski begitu, saat ini menemukan tempat seperti itu sangatlah sulit, apalagi untuk orang daerah perkotaan.

Baca lainnya: Laut Penuh Polusi Suara, Paus Bungkuk Berhenti Bernyanyi 

Penyebab hilangnya bintang salah satunya adalah lampu penerangan jalan yang tidak efisien. Cahaya lampu jalan yang tidak digunakan dengan efisien. Bukannya digunakan khusus untuk menerangi jalan, malah 50% cahayanya terdesain untuk menerangi langit. Akibatnya, langit yang terterangi lampu, ditambah debu-debu & uap air yang ada di sana, menyebabkan cahaya terpantul, terdistorsi, terbiaskan, dan menyebabkan peristiwa skyglowSkyglow adalah terangnya langit akibat cahaya yang diarahkan kesana.

Premana W. Premadi, Kepala Observatorium Bosscha, dalam itb.ac.id, menganalogikan polusi cahaya dengan polusi suara. Saat kita mendengarkan musik di ruangan yang sunyi, kita dapat dengan santai menikmatinya, meski lagu itu disetel dengan volume rendah, namun, saat kita menyetel lagu itu di jalanan yang macet dan dibelakang kita adalah supir-supir tidak tahu diri dan suka memainkan klakson, mungkin, kita malah tidak akan sadar kalau lagu itu sedang terputar.

Semakin parah polusi cahaya (paling kiri), semakin sulit melihat gemintang di langit (Foto: Skyglowproject)

Dalam kaitannya dengan polusi cahaya, mata juga merupakan indera pengolah cahaya, yang mirip dengan telinga sebagai indera pengolah suara. Jadi, saat latar belakang cahaya, semisal skyglow yang disebabkan oleh lampu jalan memiliki kekuatan yang lebih terang daripada kekuatan cahaya bintang-bintang, maka bintang akan menghilang dari pengelihatan kita.

Ia juga mengatakan bahwa tingkat polusi cahaya di daerah Lembang semakin meningkat tiap tahunnya. Hal tersebut membuat pengamatan bintang menjadi terbatas. “Tingkat polusi meningkat karena Kota Bandung semakin terang, sehingga cakupan langit (untuk pengamatan) semakin menyempit,” lanjutnya.

Baca lainnya : Turunkan Kualitas Sel Telur, Efek Lain dari Polusi Udara

Hal tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar untuk Observatorium Bosscha dalam melanjutkan peran positifnya dalam astronomi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Bosscha adalah membagikan tudung lampu secara gratis guna meminimalisasi polusi cahaya kepada beberapa daerah di Lembang.

Kegiatan tersebut diimbangi dengan sosialiasi kepada masyarakat sekitar dan melalui pendidikan di sekolah dasar tentang pentingnya menjaga langit dari polusi cahaya.

Selain mengganggu aktivitas pengamatan bintang, polusi cahaya juga dapat mengganggu kesehatan dan kesetimbangan ekosistem (mengganggu "jam biologis" satwa dan manusia sehingga waktu tidurnya menjadi kacau). Akibat polusi cahaya, cahaya bintang di langit kalah terang dengan cahaya buatan sehingga bintang-bintang sulit diamati.

Terbayang betapa repotnya dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika harus memindahkan fasilitas pengamatan bintang ke daerah terpencil hanya demi mencari sepotong area langit yang gelap. [NN]

 

 

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: