Penyakit Usus Buntu dan Beberapa Mitosnya

TrubusLife
Hernawan Nugroho
01 Agu 2019   13:30 WIB

Komentar
Penyakit Usus Buntu dan Beberapa Mitosnya

Rasa sakit yang luar biasa adalah salah satu gejala radang usus buntu (Shutterstock)

Trubus.id -- Usus buntu sejatinya bukanlah nama penyakit, namun itu adalah nama organ dalam manusia. Ketika bagian tersebut mengalami peradangan, maka akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Itulah yang selama ini salah kaprah disebut sebagai penyakit usus buntu. Selama ini beredar informasi di masyarakat tentang penyebabnya adalah biji-bijian seperti biji cabai dan jambu. Ternyata itu adalah mitos belaka. MedicalNewstoday merilis hasil penelitian dari University of Illinois at Chicago bahwa penyebab utama radang usus buntu adalah kebiasaan kurang minum air putih. 

Kekurangan asupan minum air putih akan membuat frekuensi buang air besar menurun. Banyak orang yang tidak menyadari jika kondisi itu dapat membuat kotoran atau feses yang sudah menghitam, keras, dan kering ini menyumbat bahkan memasuki usus buntu. Feses semacam itu disebut fecalithFecalith kecil yang berada di dalam usus bisa terjebak masuk dan akhirnya menyumbat ke dalam usus buntu.

Kotoran  yang sudah tidak memberikan nutrisi apapun bagi tubuh itu jika berada di dalam perut dalam waktu yang lama dapat membusuk dan memicu infeksi. Pada beberapa kasus, Infeksi yang muncul pada usus buntu akan membuat kadar sel darah putih naik drastis. Hal itulah yang membuat kadar leukosit dalam tubuh penderita radang usus buntu cenderung naik dengan drastis.

Baca lainnya: 6 Manfaat Daun Pacar, Dari Atasi Sakit Perut Hingga Mengobati Asam Lambung

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk selalu mencukupi kebutuhan air putih setiap hari demi mencegah datangnya usus buntu. Minum air juga akan membuat tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi dan membantu proses aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, pastikan untuk sering mengonsumsi makanan berserat demi membantu kelancaran buang air besar.

Letak usus buntu dalam tubuh manusia (Foto: MedicalNewsToday)

Selain mitos tentang penyebabnya, banyak orang yang mengira bahwa radang usus buntu dapat sembuh sendiri. Dalam kenyataannya, keluhan nyeri yang dirasakan memang dapat mereda dan kemudian menjadi apendisitis kronis. Akan tetapi peradangan ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. Umumnya diperlukan pengobatan khusus seperti pemberian antibiotik dan anti peradangan.

Bahkan, sebagian besar kasus lainnya memerlukan operasi darurat. Dinding usus buntu yang meradang sangat rapuh dan berisiko pecah kapan saja. Pecahnya dinding usus buntu tidak hanya mengakibatkan nyeri yang amat sangat, namun juga perdarahan hebat dan mengancam nyawa penderitanya.

Baca lainnya: Sakit Perut di Sebelah Kiri, Ini Dia Kemungkinan Penyakitnya

Lalu, apakah semua rasa sakit pada perut selalu disebabkan oleh terganggunya usus buntu? Lagi-lagi penelitian medis menolak mitos itu karena nyeri akibat radang usus buntu memiliki tanda yang khas. Awalnya, nyeri dirasakan di ulu hati, disertai rasa begah, kembung, atau mual muntah. Nyeri ini kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan terasa sangat menusuk. Gejala lain yang umumnya mengiringi yaitu demam, rasa tidak enak badan, dan penurunan nafsu makan. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis radang usus buntu. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: