Terlalu Banyak Squat, Dua Gadis China yang Jarang Olahraga Masuk ICU

TrubusLife
Thomas Aquinus
31 Juli 2019   11:00 WIB

Komentar
Terlalu Banyak Squat, Dua Gadis China yang Jarang Olahraga Masuk ICU

Ilustrasi squat (Runtastic)

Trubus.id -- Olahraga memang banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh, bahkan setiap orang diwajibkan untuk berolahraga dan menjadikannya rutinitas. Beda halnya jika kita tidak terbiasa berolahraga namun memaksakan diri melakukan olahraga berat di satu waktu, seperti dua remaja di China yang berakhir di unit perawatan intensif setelah melakukan terlalu banyak squat. 

Ya, kedua gadis remaja itu benar-benar berjongkok berulang-ulang, 1.000 kali masing-masing, dalam sebuah kontes untuk melihat siapa yang bisa melenturkan pinggul  paha dan kaki mereka paling lama. Kedua gadis itu memang menang setelah repetisi mereka mencapai angka empat kali lipat. Namun, sekitar dua hari kemudian, mereka berdua “kalah telak”.

Salah satu dari gadis-gadis itu melaporkan rasa sakit yang hebat di kakinya dan tidak bisa menekuknya. Ketika dia melihat bahwa air kencingnya telah berubah menjadi cokelat, dia menyuruh pacarnya membawanya ke rumah sakit. Gadis itu didiagnosis dengan rhabdomyolysis, yang pada dasarnya merupakan versi ekstrem dari apa yang sudah terjadi dalam tubuh setelah aktivitas fisik, kata Dr. Bruce Cohen, seorang petugas medis untuk FBI, kepada Live Science

Baca Lainnya : Ini Alasan Kenapa Olahragawan Wajib Konsumsi Pisang

Menurut Cohen, setiap kali kita berlari dalam waktu yang panjang atau mengangkat beban, otot-otot akan hancur, mengirimkan protein yang disebut mioglobin melalui aliran darah dan ke ginjal, lalu menyaringnya. Faktanya, jika kita mengukur jumlah protein otot dalam darah setelah lari 5 mil, katakanlah, itu pasti akan lebih tinggi daripada sebelum kita memulai. Perbedaannya adalah bahwa dengan rhabdomyolysis, ginjal kita tidak dapat menangani jumlah serat otot yang mati. 

"Ginjal menjadi rusak, dan mulai gagal," kata Cohen.

Tang, salah satu gadis itu, dan temannya termasuk beruntung: Biasanya, "saat kamu kencing cokelat, itu berarti sudah terlambat," kata Cohen.

Gadis-gadis itu dipindahkan ke perawatan intensif segera setelah diagnosa dan dihubungkan ke infus untuk membantu membersihkan protein dari sistem mereka.

Baca Lainnya : WHO: Agar Tidak Demensia, Jangan Lupa Olahraga dan Berhenti Merokok

Menurut Cohen, pelatihan sebagai atlet atau setidaknya berolahraga secara konsisten mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari rhabdomyolysis. Itu karena berolahraga dapat membantu kita menjadi lebih selaras dengan tubuh dan mengenali tanda-tandanya ketika kita mungkin terlalu memaksakan diri. Plus, atlet memiliki rejimen pelatihan yang stabil yang perlahan-lahan membangun sendiri. Sedangkan kedua gadis tersebut adalah ‘pejuang akhir pekan’ - orang-orang yang duduk sepanjang minggu dan kemudian pergi untuk tiba-tiba latihan berat - yang benar-benar perlu berhati-hati, kata Cohen.

Mungkin itulah yang salah bagi kedua wanita muda ini, tambah Cohen. Squat secara inheren tidak berbahaya. Seribu squat bahkan mungkin aman bagi orang yang terlatih untuk menangani tingkat pengerahan tenaga itu. Tetapi ketika kompetisi membuat mereka mengabaikan batasan fisiknya, itu bisa menjadi berbahaya, tambah Cohen.

Baca Lainnya : Tidak Hanya Mood, Kafein Bisa Meningkatkan Kinerja Olahraga

Rhabdomyolysis juga dapat berkembang karena trauma, sengatan panas atau penggunaan obat-obatan tertentu. Tetapi bagi kaum muda, kerja keras tampaknya menjadi penyebab umum. Pada tahun 2018, seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dirawat di rumah sakit dengan rhabdomyolysis selama lima hari setelah satu sesi latihan angkat berat yang intens selama 90 menit (dia tidak berolahraga selama beberapa tahun sebelum kejadian). Remaja lain didiagnosis menderita penyakit ini pada tahun 2015 setelah menyelesaikan dua latihan sepakbola yang berat di hari yang sama.

Pada akhirnya, cara terbaik untuk menghindari kondisi ini sederhana: Pertama, waspadai konsekuensi potensial dari terlalu banyak tenaga yang dikeluarkan, kata Cohen. Tetapi yang paling penting, "Dengarkan tubuhmu," tambahnya, "jangan bodoh." [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tetap Cantik dan Awet Muda dengan Batang Nyirih

Health & Beauty   23 Sep 2020 - 09:22 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: