Digigit Laba-laba Pertapa Cokelat, Pria Inggris Ini Harus Rela Kakinya Bolong

TrubusLife
Thomas Aquinus
28 Juli 2019   08:00 WIB

Komentar
Digigit Laba-laba Pertapa Cokelat, Pria Inggris Ini Harus Rela Kakinya Bolong

Ilustrasi laba-laba (Newsweekbr)

Trubus.id -- Liburan ke Las Vegas bersama teman-teman harusnya menjadi momen bersenang-senang yang tak terlupakan. Namun malah sebaliknya bagi seorang pria asal Inggris, Matthew Phillips, yang harus rela kakinya berlubang besar akibat digigit laba-laba pertapa cokelat (Loxosceles reclusa).  

Awalnya Matthew mengabaikan titik merah yang ada di kakinya. Lama-kelamaan, titik merah tersebut berubah menjadi warna hitam dan membengkak, demikian menurut laman The Sun. Sayangnya, karena dia mengalami komplikasi bengkak karena diabetes tipe 2 yang diidapnya, dia tak bisa merasakan adanya rasa sakit. Sehingga seluruh jaringan kulit mati di kakinya diangkat melalui operasi, tanpa anastesi. 

Baca Lainnya : Lebih Kuat dari Besi, Apa Sebenarnya Bahan Jaring Laba-laba? 

Operasi tersebut menyebabkan lubang pada kaki Matthew yang harus dibersihkan secara seksama untuk memastikan tidak ada infeksi. Matthew mengaku menyesal telah mengabaikan diabetesnya, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan saraf yang berujung kaki berlubang karena terlambat ditangani. 

Racun yang berasal dari laba-laba pertapa cokelat atau brown recluse ini bisa merusak jaringan tubuh manusia. Umumnya, manusia tidak bisa merasakan gigitannya, namun area di sekitarnya akan cepat memerah, gatal dan iritasi.

Hanya dalam beberapa hari, racun tersebut dapat merusak jaringan di sekitarnya yang dapat menyebabkan luka bertambah besar, semakin sakit dan menggelap, seperti dikutip Poison Control. Gigitan ini akan meninggalkan bekas luka berlubang seperti kawah dan bisa membahayakan nyawa jika sampai terkena infeksi. Seram, ya! [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Serangan Migrain Sebelah Kiri Kepala, Apa Artinya, Ya?

Health & Beauty   12 Des 2019 - 12:16 WIB
Bagikan:          

Lautan Telah Kehilangan Oksigen Pada Tingkat Yang Mengkhawatirkan

Plant & Nature   12 Des 2019 - 15:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan: